KPK Dalami Dugaan Aliran Suap Rahmat Effendi ke Pihak Keluarga

Selasa, 25/01/2022 19:28 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami dugaan aliran uang suap Wali Kota nonaktif Bekasi, Rahmat Effendi yang diduga mengalir ke pihak keluarga.

Rahmat Effendi diketahui menjadi tersangka kasus dugaan suap dalam pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Saya kira itu informasi penting bagi kami (soal dugaan aliran uang ke ranah keluarga), bagi tim penyidik KPK. Sekali lagi informasi dari masyarakat sekecil apapun itu kami akan konfirmasi dan didalami di dalam proses penyidikan yang sedang kami lakukan ini," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (25/1).

Ali mengatakan pendalaman dilakukan KPK dengan mengkonfirmasi dugaan aliran uang suap tersebut kepada para saksi.

"Tentu kepada para saksi yang kami panggil nanti kami akan konfirmasi informasi tersebut," kata Ali.

Dikatakan Ali, setiap proses penyidikan suatu perkara tentu akan dilakukan pengembangan. Di mana, KPK mempunyai waktu 4 bulan untuk mengembangkan perkara ini.

"Prinsipnya itu dalam proses penyidikan ini segala informasi akan terus dikembangkan dalam waktu 4 bulan ke depan, yang kami miliki waktu sesuai dengan ketentuan undang-undang," katanya.

Dalam perkara ini, Rahmat Effendi dan delapan orang lain telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi.

Kedelapan orang itu antara lain Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Buyamin; Lurah Kati Sari Mulyadi; Camat Jatisampurna Wahyudin; dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi Jumhana Lutfi.

Kemudian Direktur PT MAM Energindo Ali Amril; pihak swasta Lai Bui Min; Direktur Kota Bintang Rayatri Suryadi; dan Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin.

TERKINI
10 Ucapan Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026 yang Penuh Makna 71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung Mendes Yandri Ajak Setiap Ormas Punya Desa Binaan