FDA AS Setujui Penggunaan Vaksin Booster COVID-19 Campuran

Kamis, 21/10/2021 13:30 WIB

WASHINGTON, Jurnas.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), Amerika Serikat (AS) pada Rabu mengizinkan penggunaan booster vaksin COVID-19 dengan strategi mix and match untuk orang yang memenuhi syarat dan memerlukan imuniasasi setelah dosis 1 dan 2.

"FDA telah menentukan bahwa manfaat yang diketahui dan potensial dari penggunaan dosis penguat heterolog tunggal lebih besar daripada risiko yang diketahui dan potensi penggunaannya pada populasi yang memenuhi syarat," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Kamis (21/10).

Vaksin Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson diizinkan di AS. Dosis tunggal dari salah satu dari mereka sekarang dapat digunakan setelah selesainya vaksinasi primer dengan vaksin COVID-19 yang berbeda.

Menurut keputusan baru, orang yang menerima dua suntikan Moderna pada awalnya dan berusia 65 tahun atau lebih, di atas 18 tahun dan berisiko tinggi untuk COVID-19, atau di atas 18 tahun dan memiliki paparan kerja yang tinggi, sekarang dapat menerima booster.

Semua orang dewasa yang menerima vaksin J&J satu kali suntikan lebih dari dua bulan yang lalu juga memenuhi syarat untuk mendapatkan booster.

Sebelumnya, hanya orang dengan kekebalan yang lemah atau orang-orang yang termasuk dalam kelompok lanjut usia atau berisiko tinggi dan telah menerima vaksin Pfizer pada awalnya yang memenuhi syarat untuk mendapatkan dorongan.

Data yang mendukung keputusan tersebut berasal dari penelitian baru yang ditinjau oleh FDA.

"Tindakan hari ini menunjukkan komitmen kami terhadap kesehatan masyarakat dalam memerangi pandemi COVID-19 secara proaktif," kata penjabat komisioner FDA Janet Woodcock.

Pernyataan itu juga memperingatkan efek samping yang sangat langka yang terkait dengan vaksin.

Vaksin messenger RNA, Pfizer dan Moderna, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kondisi jantung inflamasi, miokarditis dan perikarditis, terutama pada pria yang lebih muda.

Vaksin J&J telah dikaitkan dengan jenis bekuan darah yang serius dan langka dalam kombinasi dengan trombosit darah rendah satu atau dua minggu setelah pemberian. Risiko tertinggi di antara wanita usia 18 hingga 49 tahun.

TERKINI
10 Ucapan Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026 yang Penuh Makna 71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung Mendes Yandri Ajak Setiap Ormas Punya Desa Binaan