Selasa, 09/03/2021 01:41 WIB

Dewata Freight International dan Promedik Kerja Sama Bidang Logistik Farmasi

Tahun 2021 Perseroan merencanakan Pertumbuhan Penjualan secara konsolidasi sebesar 300% YoY.

Penandatanganan naskah kesepahaman bersama atau MoU antara PT Dewata Freight International, Tbk denga PT Promosindo Medika (Promedik) di Jakarta, Rabu.

Jurnas.com, JAKARTA – PT Dewata Freight International dengan PT Promosindo Medika (Promedik), Tbk., bersepakat menjalin kerja sama dalam bidang logistik farmasi dan alat-alat kesehatan.

Naskah nota kesepahaman (MoU) kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT Dewata Freight Internasional, Tbk., Bimada dengan Direktur Utama PT Promosindo Medika Agus Kaharuddin di Jakarta, Rabu (27/1/2021).

“Penandatanganan nota kesepahaman ini dimaksudkan sebagai perwujudan rencana awal kerjasama antara Perseroan dan Promedik agar dapat saling bersinergi guna memfasilitasi komunikasi, diskusi, saling memberikan informasi, dan melakukan kajian-kajian,” kata Bimada.

“Juga dijadikan sebagai pedoman perencanaan dan persiapan kerjasama serta membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan dalam bidang logistik terintegrasi mulai dari pergudangan dingin dan kering, pusat logistik berikat, freight forwarding, dan transport distribusi,” imbuhnya.

Menurut Bimada, penandatanganan Nota Kesepahaman sebagai langkah awal yang dilakukan untuk dapat mengidentifikasi memenuhi kebutuhan Pelanggan dalam usaha mengelola logistiknya agar efisien dan efektif.

Bimada menambahkan fakta bahwa nilai impot dari industri pengolahan barang konsumsi (Consumer Goods) dalam pada Oktober tahun 2020 untuk industri Farmasi, produk obat kimia dan produk obat tradisional sebesar USD65,89 Miliar akan menjadi pasar yang cukup potensial bagi Perseroan untuk memulai model bisnis Logistik terintegrasi.

Lebih jauh, Bimada juga menjelaskan, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman ini juga membuka peluang bagi anak usaha PT Arrow Chain Management Logistics (ACML) untuk dapat mengembangkan pergudangan dan transportasi distribusirRantai pasok dingin (Coldchain).

“Pengembangan ini membuat Perseroan dapat memiliki sumber pendapatan baru, secara konsolidasi, untuk mendukung kinerja keuangan Perseroan,” katanya.

Nur Hasanah, Corporate Secretary Perseroan, menambahkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah awal masuk ke industri farmasi dan alat kesehatan dimana saat ini Perseroan lebih berfokus kepada penanganan kargo infrastruktur, pembangkit tenaga listrik dan pengiriman alat-alat berat.

Kinerja penjualan Perseroan pada tahun Q3-2020 menurun 26% YoY, dengan DER 1,63X. Tahun 2021 Perseroan merencanakan Pertumbuhan Penjualan secara konsolidasi sebesar 300% YoY dan Capex Rp 100 Miliar untuk pembangunan infrastruktur rantai pasok dingin, pusat logistik berikat dan logistik pertambangan (logistics mining).

Sumber Pendanaan capex Perseroan berasal dari penambahan utang kepada perbankan dan non perbankan serta dari kas Perseroan.

Promedik didirikan tahun 2007 sebagai anak perusahaan dari PT Indofarma Global Medika, yang awalnya didirikan sebagai perusahaan yang khusus menangani pemasaran produk-produk Ethical Indofarma selain generik selain dan sebagai Marketing Company. Juga telah memiliki ijin sebagai PBF (Pedagang Besar Farmasi) dan PBAK (Pedagang Besar Alat Kesehatan).

TAGS : promedik Dewata Freight International Farmasi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :