Minggu, 07/03/2021 08:50 WIB

DPR Ingatkan Imbas Penyunatan Rp 6,33 Triliun Anggaran Kementan

Hanya kinerja sektor pertanian pada tahun 2020 yang mampu tetap konsisten menjaga pertumbuhan saat pandemi COVID-19.

Anggota Komisi IV DPR RI, Sulaiman Hamzah. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Sulaiman Hamzah menyesalkan penyunatan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) sebesar Rp 6,33 triliun untuk program kerja tahun 2021 di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

Menurut dia, dalam peningkatan produksi di tengah pandemik COVID-19, keterbatasan dana ini dinilai akan berdampak pada kinerja sehingga saat ini sektor pertanian sudah seharusnya menjadi perhatian  bersama secara serius.

"Dengan keterbatasan pendanaan, tentu ini  harus benar benar jadi perhatian besar kita bersama untuk melakukan pengalokasian anggaran secara tepat guna dan tepat sasaran," ujar Sulaiman pada Rapat Kerja (Raker) Komisi IV DPR RI bersama Kementan di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (25/1).

Disamping itu dalam Raker ini, Sulaiman menyampaikan bahwa hanya kinerja sektor pertanian pada tahun 2020 yang mampu tetap konsisten menjaga pertumbuhan saat pandemi COVID-19.

Sektor pertanian masih mampu tumbuh positif disaat sektor lain terkontraksi karna pandemik COVID-19 seperti sektor transportasi dan pergudangan -16,7 persen, sektor konstruksi – 4,52 persen, sektor jasa keuangan -0,95 persen.

"Selama tahun 2020, nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar usaha  pertanian (NTUP) berkembang secara fluktuatif . Kabar baiknya Kementan mampu menjaga dan terus menjaga meningkatkan NTP dan NTUP dari bulan Mei hingga Desember 2020," ucapnya.

Kementan mengalami refocusing (penghematan) sebesar Rp 6,33 triliun berdasarkan Surat Kementerian Keuangan Nomor 30/MK.02/2021 tanggal 12 Januari 2021, sehingga pagu anggaran 2021 setelah refocusing adalah sebesar Rp 15,51 triliun.

Sebelumnya anggaran Kementan pada 2020 adalah sebesar sebesar Rp21,84 triliun. "Kementan diminta melakukan penghematan belanja APBN tahun 2021 sebanyak Rp 6,33 trilin," kata Menteri Pertanian  (Mentan), Syahrul Yasin Limpo pada kesempatan tersebut.

Untuk mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial, Syahrul mengatakan, pihaknya sudah menetapkan 5 program pembangunan sektor  pertanian sebagai strategi  pelaksanaan kegiatan 2021.

Kelima program tersebut di antaranya, Program Ketersediaan, Akses dan Konsumsi Pangan Berkualitas, Program Nilai Tambah dan Daya Saing Industri, Program Riset dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi dan Program Dukungan Manajemen.

"Dengan berpatokan pada lima program tersebut dan memperhatikan adanya refocusing dan realokasi belanja APBN Kementerian Pertanian TA 2021, serta mempertimbangkan Kementan tetap harus menjalankan tugas utama menyediakan pangan bagi seluruh penduduk," ujar Syahrul.

"Maka telah dilakukan penyesuaian target produksi beberapa komoditas pangan utama yakni target produksi padi ditetapkan sebesar 54,70 juta ton, jagung 23,00 juta ton, kedelai 0,29 juta ton, bawang merah 1,62 juta ton, cabai 2,67 juta ton, serta komoditas strategis lainnya telah disesuaikan dengan memperhitungkan ketersediaan anggaran yang ada," tambahnya.

Mentan Syahrul juga mengatakan, strategi Kementan 2021 tetap fokus pada menyediakan pangan utama bagi penduduk Indonesia, dan diikuti upaya meningkatkan daya saing produk pertanian agar dapat mengisi pasar ekspor.

Sebagai contoh, Ditjen Tanaman Pangan 2021 akan fokus pada peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai, serta pangan lokal, termasuk mendukung food estate 2021. Selain itu, juga akan fokus penguatan manajemen penyediaan benih tanaman pangan, pengamanan produksi melalui pengendalian OPT dan penanganan kekeringan/banjir, serta hilirisasi, pengolahan dan penguatan ekspor.

"Hal ini juga dilakukan oleh eselon 1 lainnya dalam rangka melakukan pengamanan pangan sehingga pangan utama penduduk Indonesia tahun 2021 benar-benar terjaga. Kami tentu mengharapkan dukungan dari para pemerintah daerah dan semua pihak untuk kedepan sama- sama kita bangun dan bangkitkan  kejayaan sektor pertanian," kata Syahrul.

TAGS : Anggaran Kementan Komosi IV Sulaiman Hamzah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :