Sabtu, 06/03/2021 21:03 WIB

Nasib Perempuan Korban Perang Ethiopia: Diperkosa atau Mati

Sungai Tekeze menjadi saksi ketika dia diberikan dua pilihan yang sangat menyakitkan oleh pria berseragam tentara federal Ethiopia. Diperkosa, atau mati dibunuh.

Siluet perempuan Ethiopia (Foto: Nureldin Abdallah/Reuters)

Hamdayet, Jurnas.com - Seorang perempuan muda korban perang Ethiopia, sebut saja X, mengaku telah menjadi korban pemerkosaan oleh para serdadu Ethiopia setelah dipisahkan oleh anggota keluarga dan temannya.

Sungai Tekeze menjadi saksi ketika dia diberikan dua pilihan yang sangat menyakitkan oleh pria berseragam tentara federal Ethiopia. Diperkosa, atau mati dibunuh.

"Dia (tentara) berkata, `Pilih, saya bunuh kamu atau perkosa kamu`," ungkap perempuan 25 tahun itu yang dikutip dari Reuters pada Minggu (24/1).

X mengaku tengah berada di kamp pengungsi Hamdayet, Sudan, tempat dia melarikan diri dari konflik di wilayah Tigray, Ethiopia.

Tewadrous Tefera Limeuh, dokter yang merawat X ketika tiba di kamp pada Desember tahun lalu mengonfirmasi bahwa X telah diberikan pil anti kehamilan dan penyakit menular seksual, serta membimbingnya ke psikoterapis.

"Tentara itu memaksa dengan menodongkan senjata ke arahnya dan memperkosanya," kata Limeuh.

"Dia (X) bertanya apakah dia (tentara) punya kondom, dan dia (tentara) berkata `mengapa saya membutuhkan kondom?`" sambung dia.

Sementara itu lima relawan internasional untuk Ethiopia juga telah menerima beberapa laporan pelecehan seksual di Tigray. Minggu ini, PBB mengajukan banding kekerasan seksual di wilayah tersebut diakhiri.

Sejumlah besar tuduhan menyebutkan tentang kasus pemerkosaan, atau desakan berhubungan seks dengan imbalan sembako menurut keterangan Kantor Perwakilan Khusus PBB untuk Kekerasan Seksual dalam Konflik, Pramila Patten.

Otoritas Ethiopia sebelumnya membantah adanya pelanggaran HAM, dan malah menuding Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) sebagai pemberontak.

"Saya meminta semua pihak yang terlibat dalam permusuhan di wilayah Tigray untuk berkomitmen pada kebijakan tanpa toleransi untuk kejahatan kekerasan seksual," kata perwakilan khusus PBB, Patten.

TAGS : Pemerkosaan Ethiopia Pelecehan Seksual Perempuan Korban Perang




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :