Minggu, 07/03/2021 10:12 WIB

Kementan Inisiasi Pengembangan 1.000 Kampung Hortikultura

Pengembangan 1.000 kampung komoditas hortikultura bertujuan menekan angka pengangguran melalui pembukaan lapangan kerja produktif sekaligus menggerakkan perekonomian desa.

Taman Sains Pertanian Jeruk Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (TSP Balitjestro) di Kota Batu, Jawa Timur. (Foto: Ditjen Hortikultura)

Jakarta, Jurnas.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) menginisiasi pengembangan 1.000 kampung komoditas hortikultura pada 2021. Seribu kampung hortikultura tersebut termasuk yang sudah dikembangkan sebelumnya (eksisting).

Pengembangan 1.000 kampung komoditas hortikultura bertujuan menekan angka pengangguran melalui pembukaan lapangan kerja produktif sekaligus menggerakkan perekonomian desa.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, menyatakan, kebijakan tersebut disusun sesuai mandat Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, yang berkeinginan sektor agraria terus tumbuh sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekalipun saat pandemi.

"Melalui program 1.000 kampung hortikultura, kami ingin masyarakat tetap produktif sehingga mengurangi keterpurukan ekonomi lebih dalam saat pandemi," ujar Prihasto di Jakarta, Selasa (12/1).

Prihasto menyatakan demikian lantaran kegiatan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi hortikultura domestik serta tersedianya bahan baku industri terkait dan produk keperluan ekspor.

"Dengan demikian, realisasinya harus dengan mengonsolidasikan usaha tani pada suatu kampung agar menjadi kawasan ala korporasi dan dikerjakan dengan gotong royong. Kalau ini terwujud, tentu bakal mendorong lahirnya UMKM hortikultura yang membutuhkan tenaga kerja ekstra dan akan menggerakkan perekonomian kampung itu sendiri," paparnya.

Selain UMKM, menurut Prihasto, program 1.000 kampung hortikultura juga akan mendorong munculnya agroeduwisata baru, tren pariwisata yang tengah naik daun. "Artinya, ini sangat prospektif sekali," tegasnya.

Ditjen Hortikultura akan menerapkan penerapan budi daya yang baik, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) sesuai pengelolaan hama terpadu (PHT) dan dampak perubahan iklim (DPI), serta memedomani sanitary and phytosanitary (SPS). Tujuannya, produk yang dihasilkan sesuai permintaan pasar dan memenuhi persyaratan ekspor.

"Itu semua bakal kami dorong penerapannya secara holistik, dari on farm hingga off farm," jelas eks Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah (Jateng) ini.

Untuk meningkatkan minat masyarakat bergerak di sektor agraria, ungkap Anton, pihaknya juga akan memberikan berbagai intensif mulai dari aspek budi daya, pengendalian OPT, pascapanen, hingga pengolahan.

"Kami juga akan membantu proses registrasi lahan usaha masyarakat hingga memfasilitasi akses permodalan atau KUR (kredit usaha rakyat), mekanisasi, pengairan, kelembagaan, dan pemasaran," urainya.

"Terkait pemasaran, Ditjen Hortikultura Kementan sudah mendirikan e-commerce di hortitraderoom.com. Di situ, publik dapat membeli berbagai produk komoditas hortikultura yang dikembangkan secara baik dengan harga terjangkau karena langsung dari petaninya. Dengan demikian, petani dan pembeli mendapatkan manfaat secara maksimal," tutupnya.

TAGS : Ditjen Hortikultura 1.000 Kampung Buah Prihasto Setyanto Kementerian Pertanian




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :