Minggu, 07/03/2021 22:53 WIB

Lewat Kedai Reka, Kampus Bebas Tawarkan Inovasi ke Industri

Didi berharap perguruan tinggi dapat menjadi mata air yang memberikan kesempatan bagi semua lapisan masyarakat

Ilustrasi bisnis dan industri (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Kepala Subbagian Tata Usaha Sesditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Didi Rustam mengatakan kehadiran Kedai Reka merupakan aktualisasi dan revitalisasi sebuah karya, agar karya tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

Melalui Kedai Reka, Didi berharap perguruan tinggi dapat menjadi mata air yang memberikan kesempatan bagi semua lapisan masyarakat, menjadi matahari yang bisa memberikan optimisme bagi negara dan bangsa, serta bisa menjadi mata api bagi seluruh insan dikti yang selama ini memiliki segudang solusi namun tidak memiliki kesempatan untuk mengekspos karyanya.

"Oleh karenanya, seluruh kampus, baik kampus besar maupun kecil, memiliki kesempatan yang sama untuk mengenalkan inovasinya kepada industri di platform Kedai Reka," kata Didi dalam kegiatan Bincang Santai Kedaireka bertajuk Strategi Industri dalam Platform Kedaireka, yang dilakukan secara virtual, Rabu (16/12).

Didi melanjutkan, pemerintah bukan hanya memfasilitasi wadah untuk kolaborasi perguruan tinggi dan industri saja, melainkan juga mendampingi dalam hal pendanaan yang disebut dengan matching fund.

Hal ini dilakukan guna memperbesar kesempatan berhasilnya kolaborasi tersebut. Sehingga, kehadiran Kedaireka dapat mewujudkan akselerasi serta hilirisasi produk penelitian kampus agar produk-produk tersebut dapat digunakan dan dikomersialisasi oleh industri.

"Seharusnya kampus menjadi research center industri sedangkan industri fokus pada profit center sehingga semua berjalan beriringan, saling berkolaborasi, dan saling menguntungkan," terang Mahir Bayasut, Tim Kerja Akselerasi Reka Cipta Ditjen Dikti Bidang Hubungan Industri.

Dalam acara ini, Mahir menjelaskan bahwa peluncuran Kedai Reka dilandasi pula oleh tantangan yang sebenarnya sudah ada sejak lama, yakni kurangnya pemerataan akses untuk kampus berdialog dengan industri sehingga keduanya memiliki dunianya tersendiri.

"Industri disibukkan dengan adanya persaingan, kompetisi nasional maupun global, market, efisiensi, dan sebagainya. Di satu sisi perguruan tinggi sibuk dengan dunianya, teori-teori, dan hasil akademisnya sehingga penelitiannya tidak dimanfaatkan secara maksimal," papar dia.

Untuk itu, Kedai Reka menyuguhkan marketplace yang berisi produk hasil karya para mahasiswa di perguruan tinggi, sehingga karya-karya tersebut dapat diketahui oleh dunia industri agar tidak perlu melakukan riset pada hal yang sama.

Pasalnya, industri kerap kali membutuhkan produk yang sebenarnya sudah diteliti atau dihasilkan oleh para mahasiswa tetapi tidak dimanfaatkan oleh industri akibat kurang dikenalnya penelitian tersebut di dunia industri.

"Industri melihat penelitian dan pengembangan produk adalah investasi mahal sebab penelitian butuh waktu dan memiliki risiko, bisa berhasil bisa saja gagal," jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk membantu mengurangi risiko tersebut serta memaksimalkan efisiensi dana yang akan digelontorkan oleh industri melalui Kedaireka.

Terlebih, di era pandemi ini industri sangat berhati-hati terkait pengeluaran dana, khususnya pada hal yang tidak ada relevansinya dengan pemasukan untuk industri.

"Kedai Reka menjadi platform bagi semua kampus untuk menawarkan solusi yang dinilai applicable kepada seluruh industri, sehingga tidak hanya kampus besar yang bisa melakukannya, tetapi juga semua kampus," tutur Mahir.

Mahir menambahkan, pendanaan matching fund akan dilakukan dengan dua skema, yaitu satu banding satu dan satu banding tiga. Pada skema satu banding satu, artinya satu rupiah yang dikeluarkan oleh industri akan diiringi satu rupiah dari pemerintah jika manfaatnya lebih banyak untuk industri.

Sedangkan jika manfaat riset dapat dirasakan oleh masyarakat luas atau mengangkat isu nasional, bisa dipadukan dengan skema satu banding tiga. Dengan kata lain, satu rupiah yang digelontorkan oleh industri akan didampingi tiga rupiah dari pemerintah dari atau sepertiga dari total nilai proyek yang dikerjakan.

TAGS : Kedai Reka Ditjen Dikti Kemdikbud Industri Perguruan Tinggi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :