Minggu, 07/03/2021 23:03 WIB

Kedai Reka, "Sand Box" ala Indonesia yang Siap Mengudara

Sand Box kini tidak hanya menjadi cerita fiktif. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) meluncurkan platform digital Kedai Reka, yang memiliki konsep tak berbeda jauh dari Sand Box.

Grand Lauching Kedai Reka (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Pecinta drama Korea (drakor) di Tanah Air tengah menggandrungi serial `Start-Up` yang dibintang oleh Bae Suzy, Kim Seon Ho, dan Nam Jo Hyuk.

Film garapan Oh Choong-hwan tersebut mengisahkan jatuh bangun Kim Seon Ho (Nam Do-san), Yoo Su-bin (Lee Chul-san), dan Kim Do-wan (Kim Yong-san) membangun Samsan Tech, perusahan rintisan di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Tak kunjung mendapatkan investor, Samsan Tech mencoba peruntungan masuk Sand Box, sebuah lembaga inkubasi perusahaan rintisan yang mempertemukan antara inventor dengan investor.

Singkat cerita, di Sand Box ini Samsan Tech berhasil menciptakan aplikasi pemandu tunanetra Noon Gil, yang membuatnya dilirik perusahaan global 2STO yang bermarkas di Silicon Valey, Amerika Serikat (AS).

Sand Box kini tidak hanya menjadi cerita fiktif. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) meluncurkan platform digital Kedai Reka, yang memiliki konsep tak berbeda jauh dari Sand Box.

Direktur Jenderal Dikti, Nizam menjelaskan, Kedai Reka yang resmi akan meluncur pada 12 Desember 2020 ini merupakan platform digital yang akan mempertemukan inventor dari kalangan perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dengan investor dan dunia industri.

Di platform ini juga, lanjut Nizam, perguruan tinggi bisa `menikah` dengan industri, lalu menghilirisasi riset-riset yang selama ini kerap kali berakhir di perpustakaan.

"Sehingga diharapkan kebutuhan di dunia industri akan terhubung dengan kompetensi-kompetensi yang dimiliki oleh pendidikan tinggi," terang Nizam dalam kegiatan Grand Lauching Kedai Reka di Jakarta pada Senin (7/12).

Tidak hanya bertemu dan menjalin komunikasi lewat platform Kedai Reka, Nizam mengatakan pemerintah akan memberikan insentif sebagai modal melalui skema matching fund dengan anggaran total Rp250 miliar.

Diharapkan, ke depannya makin banyak perguruan tinggi yang berkolaborasi dengan dunia industri, untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Koordinator Tim Kerja Akselerasi Reka Cipta, Achmad Adhitya Maramis menjelaskan, kehadiran Kedai Reka berperan sebagai rumah bagi para peneliti, tempat melayani industri serta masyarakat, dan tempat terbentuknya startup.

Selain itu, Kedai Reka juga diharapkan dapat menjadi rumah sinergi pentahelix lain yang hendak turut berkontribusi memajukan bangsa.

"Selama ini program lain yang dilakukan pemerintah sudah dijalankan dengan baik, tapi harus lebih dioptimalkan dengan memiliki `rumah` yang tepat. Dengan adanya Kedai Reka, semua inovator di seluruh Indonesia kini memiliki rumah untuk berkumpul memberikan solusi terbaik untuk bangsa," terang Achmad.

Achmad menegaskan, Kedaireka ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dan bersinergi secara pentahelix agar kehadirannya menjadi optimal. Menurutnya, Kedaireka harus menjadi gerakan yang dapat menggabungkan semua potensi bangsa, kampus, dan industri untuk menjadi solusi bagi masyarakat khsusunya di tengah pandemi.

Capaian kolaborasi ini nantinya dapat dijabarkan sesuai kebutuhan masing-masing klaster, seperti: otomatif, agrobisnis, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

Kolaborasi antar pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan seluas-luasnya untuk masyarakat, serta sebagai salah satu upaya nyata dalam membantu pemulihan perekonomian nasional sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

"Proses membangun dan menjadi solusi masyarakat secara pentahelix menjadi penting karena kalau Indonesia harus mengikuti jalan yang sama dengan negara maju lain, maka kita akan tertinggal, karena Indonesia baru memulai. Sehingga mau tidak mau kita harus mengakselerasi jalan kita salah satunya melalui Kedaireka," tutup dia.

TAGS : Kedai Reka Sand Box Film Start-Up Kemdikbud Ditjen Dikti Nizam




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :