Senin, 08/03/2021 17:01 WIB

Menristek Target Alat Rapid "GeNose" Diproduksi Desember

GeNose adalah teknologi pendeteksi Covid-19 melalui embusan napas hasil karya peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat ini prosesnya dalam tahapan uji validasi skala besar.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Inovasi Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro (Foto: Muti/Jurnas.com)

Yogyakarta, Jurnas.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menargetkan alat tes rapid dengan embusan napas `GeNose` akan mulai diproduksi Desember nanti.

GeNose adalah teknologi pendeteksi Covid-19 melalui embusan napas hasil karya peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat ini prosesnya dalam tahapan uji validasi skala besar.

"Di awal sudah satu rumah sakit, sekarang di 10 lebih rumah sakit berbagai kota di Pulau Jawa, dengan target bisa mendapatkan lebih dari 1000 sampel, sehingga kita bisa melihat akurasi dari GeNose ini dibandingkan PCR yang jadi standar dunia dalam mendeteksi Covid-19," terang Menteri Bambang dalam Rapat Kerja Kemristek/BRIN bertema `Membangun Ekosistem Inovasi` pada Jumat (27/11) di Yogyakarta.

Uji validasi skala besar itu, lanjut Menristek, dipastikan rampung pada akhir bulan ini. Sehingga langkah selanjutnya ialah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebelum bisa diproduksi secara luas.

"Saya berharap genose bisa jadi solusi agar ekonomi berjalan lebih dinamis dan lebih lancar," ujar Menristek.

Diketahui, GeNose bekerja secara cepat dan akurat mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas seseorang.

Nafas akan diambil dan diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), untuk pendeteksian dan pengambilan keputusan.

Selain unsur kecepatan dan keakurasian, GeNose didesain sangat mudah digunakan sehingga dapat dioperasikan oleh seseorang secara mandiri dan efisien.

GeNose merupakan inovasi pertama di Indonesia untuk pendeteksian Covid-19 melalui embusan nafas, yang aplikasinya terhubung dengan sistem cloud computing untuk mendapatkan hasil diagnosis secara real time.

GeNose juga mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi.

Data yang terkumpul di dalam sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pemetaan, pelacakan, dan pemantauan penyebaran pandemi secara aktual.

Lebih lanjut Menristek menyampaikan, tidak hanya GeNose, selama pandemi Konsorsium Riset dan Inovasi untuk Penanganan Covid-19 sudah menghasilkan lebih dari 60 produk.

"Tentunya bermanfaat dalam berbagai aspek, mulai dari deteksi Covid-19, terapi, pengobatan, pencegahan, dan alat-alat yang diperlukan untuk menangani pasien Covid-19," tutup Bambang.

TAGS : Menristek Bambang Brodjonegoro GeNose Alat Tes Rapid UGM Penanganan Covid-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :