Rabu, 25/11/2020 23:52 WIB

Brasil Tangguhkan Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac Racikan China

Penangguhan itu terjadi pada hari yang sama raksasa farmasi Amerika Serikat (AS), Pfizer mengatakan kandidat vaksinnya efektif 90 persen dalam mencegah COVID-19.

Menurut ilmuwan Inggris, vaksin Covid-19 baru akan tersedia paling cepat awal tahun depan (Foto: Mirror)

Brasilia, Jurnas.com - Regulator kesehatan Brasil mengatakan pihaknya telah menangguhkan uji klinis vaksin virus corona baru (COVID-19) yang dikembangkan oleh China, Sinovac.

Penangguhan itu terjadi pada hari yang sama raksasa farmasi Amerika Serikat (AS), Pfizer mengatakan kandidat vaksinnya efektif 90 persen dalam mencegah COVID-19.

Regulator Brazil, Anvisa, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka memutuskan untuk menghentikan uji klinis vaksin COVID-19 setelah insiden merugikan yang serius pada 29 Oktober.

Dikatakan tidak dapat memberikan rincian tentang apa yang terjadi karena peraturan privasi, tetapi insiden tersebut termasuk kematian, efek samping yang berpotensi fatal, cacat serius, rawat inap, cacat lahir dan peristiwa signifikan secara klinis lainnya.

Kepala Butantan, lembaga penelitian medis di Sao Paulo yang menjalankan uji klinis vaksin Sinovac, Dimas Covas mengatakan, keputusan tersebut terkait dengan kematian.  Namun, ia merasa janggal dengan pengumuman yang diberikan pemerintah Brasil.

"Karena ada lebih dari 10.000 sukarelawan saat ini, kematian dapat terjadi. Ini adalah kematian yang tidak ada hubungannya dengan vaksin dan oleh karena itu bukan saatnya untuk menghentikan uji coba," kata Covas kepada penyiar lokal TV Cultura.

Lembaga itu juga mengatakan sedang menyelidiki secara rinci apa yang terjadi, dan siap membantu badan pengatur Brasil untuk memberikan klarifikasi yang diperlukan tentang setiap insiden merugikan yang mungkin telah disajikan oleh uji klinis.

Tidak jarang uji klinis ditangguhkan sementara, terkadang selama seminggu setelah seorang sukarelawan meninggal atau sakit, sehingga penyelenggara uji coba dapat memeriksa apakah itu terkait dengan obat yang sedang diuji.

Sinovac sendiri belum memberikan komentar atas penangguhan tersebut. Sementara, tidak ada negara lain yang mengumumkan penangguhan di tengah uji coba vaksin Sinovac, termasuk Indonesia dan Turki.

Hingga saat ini, vaksin Sinovac telah diuji coba kepada ratusan ribu relawan di bawah program penggunaan darurat. Pejabat kesehatan China, pada 20 Oktober menyebutkan bahwa tidak ditemukan efek samping berarti sepanjang uji klinis yang dijalankan.

TAGS : Uji Klinis Vaksin COVID-19 Vaksin China Brasil Pfizer




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :