Senin, 30/11/2020 01:59 WIB

Ulama Palestina Serukan "Hari Kemarahan" Kecam Presiden Prancis

Sheikh Ikrima Sabri, kepala Dewan Tertinggi Islam Palestina, menyatakan bahwa kartun Nabi Muhammad yang dibuat oleh seorang guru di Prancis telah melukai perasaan umat Islam.

Bendera kebangsaan Palestina (Foto: Doknet)

Yerusalem, Jurnas.com - Ulama Palestina menyerukan "Hari Kemarahan" atas retorika Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang ancaman Islamisme di Prancis.

Sheikh Ikrima Sabri, kepala Dewan Tertinggi Islam Palestina, menyatakan bahwa kartun Nabi Muhammad yang dibuat oleh seorang guru di Prancis telah melukai perasaan umat Islam.

Dikutip dari Israel Hayom, Sabru mengajak warga Palestina untuk menggelar aksi setelah salat Jumat, karena "kartun ofensif melanggar prinsip-prinsip kebebasan berbicara."

Kelompok Islam Palestina Hamas dan gerakan Syiah Lebanon Hizbullah juga telah berbicara menentang Prancis, sementara protes telah dilancarkan di luar beberapa kedutaan besar Prancis di Timur Tengah.

Sebelumnya pada Kamis (29/10), sekitar 200 orang Arab Israel menggelar protes di luar Kedutaan Besar Prancis di Tel Aviv terhadap pernyataan Macron.

Macron membuat marah dengan mengatakan bahwa guru Prancis yang dipenggal kepalanya karena membuat kartun Nabi Muhammad awal bulan ini, "dibunuh karena para Islamis menginginkan masa depan kita."

Guru yang diketahui bernama Samuel Paty, dibunuh setelah dia memperlihatkan kartun Nabi Muhammad selama kelas yang dia pimpin tentang kebebasan berbicara.

"Kami tidak akan melepaskan kartun," tegas Macron. Dia menyatakan bahwa kelompok Islam garis keras tidak akan pernah memiliki masa depan Prancis.

TAGS : Ulama Palestina Emmanuel Macron Kartun Nabi Muhammad




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :