Kamis, 03/12/2020 18:16 WIB

Benarkah Rejim Jokowi Otoriter? Ini Kontra-Kritik

pemerintah memberi tindakan tegas kepada orang yang melakukan pelanggaran hukum

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah rejim Joko Widodo (Jokowi) mendapat kritik pedas, bahkan disebut sebagai rejim otoriter, sama seperti pemerintahan Orde Baru karena sulit mengekspresikan pendapat.

Pemicu tudingan itu adalah banyaknya aksi demonstrasi yang ditindak keras oleh aparat. Ada juga penangkapan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), kemudian penangkapan Sugi Nur alias Gus Nur.

Lantas, apa tanggapan ataupun kontra-narasi dari pihak non-oposisi? Ini bantahan dari Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah memberi tindakan tegas kepada orang yang melakukan pelanggaran hukum, seperti merusak fasilitas umum maupun menyebar hoaks. Sehingga rejim Jokowi tak bisa disebut otoriter.

Hal itu disampaikan Hasto menjawab pertanyaan wartawan usai peresmian 13 kantor, 1 patung Soekarno, dan 1 sekolah partai, yang dilakukan secara virtual bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2020).

Menurut Hasto, demokrasi di Indonesia dibangun dengan aturan main. Sehingga semua pihak harus mengikutinya.

"Demokrasi ini dibangun dengan aturan main, demokrasi ini harus mencerdaskan kehidupan bangsa, demokrasi ini disertai dengan etika, dengan perilaku yang baik, moralitas yang baik," kata Hasto.

"Terhadap demonstrasi berulang kali, PDI Perjuangan menegaskan hak untuk menyuarakan pendapat itu diatur dalam konstitusi. Tetapi demokrasi tidak boleh merusak. Ketika demo sudah merusak fasilitas umum, publik, disitulah aparat penegak hukum harus bertindak menegaskan hukum di atas segalanya. Menegakan hukum untuk memastikan kemananan dan ketertiban dalam masyarakat itu," jelas Hasto.

Sehingga, apa yang dilakukan oleh keamanan keamanan belakangan ingi bukanlah tindakan represif yang melanggar etika maupun aturan laiknya perilaku rejim otoriter. "Kalau represif itu gambarannya sangat jelas, yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru," tutur Hasto.

Berbeda dengan era Orde Baru, Hasto menyatakan kepemimpinan Jokowi-Ma`ruf selalu mengedepankan dialog.

"Saat ini Pak Jokowi-Ma`ruf Amin itu adalah pemimpin yang terus membangun dialog, aspirasi dari masyarakat diterima. Dan demikian pula dengan PDI Perjuangan," pungkas Hasto.

TAGS : Rejim Jokowi Otoriter Hasto Kristiyanto




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :