Senin, 30/11/2020 02:47 WIB

Galeri Nasional Suguhkan Pameran Imersif Affandi

Affandi adalah perupa penting dan berpengaruh dalam perkembangan seni rupa modern Indonesia. Ia kerap disebut sebagai representasi seni rupa modern Indonesia di kancah seni rupa internasional.

Pameran imersif Affandi (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Setelah beberapa saat terhenti sejak pandemi Covid-19, pameran temporer Galeri Nasional Indonesia (GNI) hadir kembali secara luring. Kali ini, GNI menyuguhkan sebuah pameran imersif yang mengangkat karya maestro seni lukis Indonesia, Affandi.

Affandi adalah perupa penting dan berpengaruh dalam perkembangan seni rupa modern Indonesia. Ia kerap disebut sebagai representasi seni rupa modern Indonesia di kancah seni rupa internasional.

Affandi telah melakoni perjalanan artistik yang panjang. Ia berkarya dan berpameran di seputar Bandung, Jakarta, Yogyakarta, dan Bali, juga lintas benua dengan berkeliling India, negara-negara di Eropa dan Amerika.

Dia aktif terlibat dalam perhelatan seni rupa bergengsi internasional seperti Sao Paolo Biennale, Venice Biennale, dan World Expo ‘70 Osaka.

Teknik melukisnya yang unik yaitu plototan atau menuangkan langsung cat minyak dari tube ke atas kanvas kemudian melukis menggunakan jari-jari tangan, mencuri perhatian para kritikus Barat. Lukisan-lukisannya itu disebut sebagai ekspresionisme baru.

Lukisan-lukisan Affandi tersebut kini disuguhkan dalam Pameran Imersif Affandi bertajuk `Alam, Ruang, Manusia`. Pameran ini menampilkan 98 lukisan karya Affandi dalam sajian proyeksi gambar bergerak (video mapping projection), dengan iringan musik dan suara yang menyuguhkan pengalaman imersif pengunjung dalam memasuki dunia lukisan Affandi.

Turut pula ditampilkan 15 lukisan Affandi koleksi GNI yang merepresentasikan perjalanan artistiknya dari periode 1940-an sampai dengan 1970-an.

Koleksi GNI tersebut memiliki beragam tema, mulai dari potret diri, potret keluarga, aktivitas manusia, lanskap alam, serta dunia flora dan fauna. Karya-karya Affandi koleksi GNI dikumpulkan dari tiga satuan kerja di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, seiring dengan didirikannya GNI pada tahun 1998.

Ketiga lembaga tersebut adalah Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan (Proyek Wisma Seni Nasional), Bagian Kesenian (Direktorat Kesenian), dan Museum Nasional.

Selain itu, juga disajikan lini masa perjalanan hidup Affandi dari lahir hingga akhir hayatnya, terutama yang terkait dengan peristiwa dan pencapaian penting yang merekam perjalanan keseniannya.

Diungkap kurator pameran sekaligus kurator GNI Bayu Genia Krishbie, secara keseluruhan, karya-karya Pameran Imersif Affandi dirangkai dalam tiga kerangka tema besar.

"Pertama, tentang alam, menampilkan observasi Affandi pada objek-objek di alam seperti flora, fauna, dan lanskap. Kedua, tentang ruang, menyajikan karya-karya Affandi yang merekam tangkapan visual suasana di ruang publik, ruang privat, dan objek-objek arsitektural. Ketiga, tentang manusia, menyuguhkan karya-karya potret, aktivitas manusia, dan keberpihakan Affandi pada kemanusiaan," paparnya.

Kerangka tema tersebut, lanjut Bayu, dimaksudkan untuk menguatkan peran Affandi sebagai sosok pembaharu seni lukis Indonesia yang juga turut berperan dalam dinamika kebudayaan nasional, dengan mengangkat filosofi hidup Affandi yang dikenal melalui simbolisme matahari, tangan, dan kaki.

"Kisah Affandi adalah kisah tentang daya hidup, kerja keras, dan terus melangkah maju. Suatu inspirasi yang kita butuhkan guna memulihkan diri dari situasi pandemi," kata Bayu.

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto berharap pameran ini mampu mengenalkan lebih dekat sosok Affandi sebagai maestro seni lukis Indonesia juga filosofi hidupnya yang pantang menyerah, terutama bagi generasi muda.

Tidak hanya ketokohannya, karya-karya Affandi yang luar biasa juga dapat menjadi inspirasi bagi banyak seniman, bahkan lintas seni, juga bagi masyarakat luas untuk terus berkarya.

Selain itu, sajian video mapping projection dalam pameran ini merupakan wujud eksplorasi media untuk menampilkan kembali karya-karya maestro seni lukis Indonesia.

"Semoga dengan adanya pameran ini, akan ada lebih banyak lagi pihak-pihak yang berinovasi dalam eksplorasi media sehingga dapat menyajikan karya-karya seni rupa dalam suguhan yang menarik, kekinian, sekaligus informatif dan edukatif," ujar Pustanto.

Pustanto juga berharap, pameran luring pertama Galeri Nasional Indonesia sejak masa pandemi Covid-19 ini dapat berjalan dengan lancar dan memuaskan semua pihak.

"Pameran ini menjadi bukti semangat dan kerja keras bagi siapa saja yang terlibat, baik bagi pihak yang mempersiapkan pameran maupun publik yang mengapresiasi, untuk terus melangkah maju dalam kondisi yang sulit sekalipun," pungkas Pustanto.

Sementara itu Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid mengatakan, pameran imersif Affandi merupakan wujud semangat para pelaku budaya, mulai dari lembaga budaya, seniman, hingga publik yang mengakses pameran itu di tengah kondisi pandemi yang serba tak menentu seperti ini.

"Semangat ini tentu saja merupakan suatu kekuatan yang positif sehingga perlu dipertahankan bahkan ditularkan kepada orang lain," kata dia.

Hilmar menyebut karya-karya Affandi sebagai salah satu pelukis maestro Indonesia merupakan materi yang kaya informasi dan inspiratif.

"Mengenal jejak kesenian pelukis Indonesia artinya juga mengenal sejarah bangsa kita," kata Hilmar.

Menurut Hilmar, filosofi hidup sang seniman yang menyiratkan daya hidup, kerja keras, dan terus melangkah maju, kata dia, dapat ditiru untuk menjadi pribadi yang pantang menyerah dalam membangun negeri.

"Semoga pameran yang edukatif dan inspiratif ini dapat dinikmati publik dari berbagai kalangan, sekaligus dapat berkontribusi dalam mengembangkan dan memajukan pendidikan dan kebudayaan Indonesia," kata Hilmar.

Pameran Imersif Affandi yang merupakan rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional 2020 ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Galeri Nasional Indonesia, didukung oleh Museum Affandi, OHD Museum, Indonesian Visual Art Archive, dan Indonesian Heritage Society.

Pameran akan berlangsung secara luring mulai 27 Oktober hingga 25 November 2020 di Gedung A Galeri Nasional Indonesia. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pengunjung pameran ini diwajibkan untuk melakukan registrasi di laman pkn.id sebelum berkunjung ke Galeri Nasional Indonesia.

Demi kenyamanan pengunjung, pameran dijadwalkan dalam enam sesi, mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Durasi masing-masing sesi adalah satu jam, dengan maksimal kapasitas pengunjung dua puluh orang untuk setiap sesinya.

TAGS : Galeri Nasional Indonesia Pameran Imersif Affandi Kemdikbud




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :