Minggu, 29/11/2020 22:58 WIB

Kementan Komitmen Dukung Pencapaian Ketahanan Pangan Regional dan Global

Pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan, memberikan perlindungan social serta meningkatkan pendapatan keluarga petani.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Momon Rusmono. (Foto: Jurnas/Kementan)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mendorong sektor pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional berkelanjutan seiring dengan dinamika pembangunan regional dan keterbatasan imbas pandemi virus corona baru (Covid-19).

"Kementan berperan aktif dalam pencapaian ketahanan pangan regional dan global, khususnya dalam kerangka kerja sama ASEAN. Langkah ini selaras dengan Rencana Strategis Pembangunan Pertanian 2020-2024 yang bertujuan mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern," jelas Sekretaris Jenderal, Kementan, Momon Rusmono pada pertemuan ke-42 Menteri Pertanian dan Kehutanan ASEAN (AMAF), Rabu (21/10).

Momon menyampaikan bahwa hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatan membeberkan bahwa ditengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19, selain memastikan ketahanan pangan nasional terwujud, pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan, memberikan perlindungan social serta meningkatkan pendapatan keluarga petani.

Lebih lanjut Momon mengungkapkan bahwa tantangan pangan kian kompleks, peran petani dalam pemenuhan pangan bagi lebih dari 273 juta jiwa masyarakat Indonesia pun kian meningkat Untuk itu Kementan telah memformulasikan seperangkat kebijakan yang disebut Empat Cara Bertindak dalam rangka menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat di era normal baru (new normal).

Kebijakan pertama adalah meningkatkan kapasitas produksi melalui percepatan tanam padi, konversi lahan suboptimal menjadi lahan pertania, dan perluasan areal kawasan budi daya baru untuk komoditas strategis.

Kemudian, melakukan diversifikasi pangan lokal berbasis kearifan lokal serta memanfaatkan pekarangan dan lahan marjinal untuk meningkatkan penyediaan dan konsumsi pangan bergizi seimbang di tingkat rumah tangga. Upaya tersebut dijalankan melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Ketiga, memperkuat cadangan pangan dan sistem logistik dengan pengembangan cadangan pangan provinsi dan masyarakat. Juga meningkatkan sistem logistik pangan nasional guna stabilisasi pasokan dan harga.

Terakhir, pengembangan pertanian modern melalui promosi mekanisasi pertanian, pertanian pintar (smart farming), pemanfaatan rumah masa (screen house), lumbung pangan (food estate), dan korporasi petani.

"Langkah ini telah menghasilkan peningkatan pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) sektor pertanian sekitar 2,19% pada kuartal II tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kuartal ini juga menunjukkan capaian pertumbuhan sektor pertanian hingga 16,24% dibandingkan kuartal sebelumnya," papar Momon.

Selain itu Momon menyebutkan, Nilai Tukar Petani (NTP) periode September 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan terjadi sebesar 101,66 jika dibandingkan dengan NTP Agustus 2020 yang hanya sebesar 100,65.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengajak peserta berkolaborasi dalam penanggulangan pandemi serta menghindari rivalitas. Seruan itu selaras dengan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Umum ke-75 PBB. Pun mengimbau negara-negara di dunia.

"Kegiatan ekonomi secara bertahap harus mulai dilakukan dengan tetap memprioritaskan aspek kesehatan. Langkah kita dalam menyusun ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF) menjadi bukti keseriusan bersama dalam menciptakan ASEAN yang sehat dan ASEAN yang produktif," ujarnya.

Kegiatan kali ini, yang tidak hanya dihadiri 10 anggota ASEAN, dilakukan secara daring (online) karena berlangsung di tengah pandemi, yang didahului dengan pertemuan Tingkat Senior Official sehari sebelumnya. Kamboja menjadi tuan rumah AMAF ke-42.

Agenda juga dilaksanakan secara back to back dengan pertemuan AMAF plus Three ke-20 dengan melibatkan China, Jepang, dan Korea serta pertemuan AIMMAF ke-6 yang mengikutsertakan India.

Disepakati melakukan pengaturan ulang pertemuan ASEAN-India Ministerial Meeting of Agriculture and Forestry (AIMMAF) agar diadakan per dua tahun dengan mendorong kelompok kerja (working group) di bawahnya mengadakan pertemuan tahunan guna mengakomodasi kerja sama yang berjalan dalam kegiatan tersebut.

TAGS : Momon Rusmono Syahru Yasin Limpo Ketahanan Pangan Regional Negara ASEAN




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :