Rabu, 02/12/2020 00:33 WIB

Kemdikbud Gelar Festival Inovasi dan Wirausaha

Di tengah situasi pandemi Covid-19, Fiksi 2020 menjadi salah satu rangkaian lomba yang dilaksanakan pada bulan Vokasi dan Kewirausahaan dengan tema `5Preneurship (people, planet, prosperity, peace, & partnership)` yang digelar secara virtual.

Sekretaris Jenderal Kemdikbud Ainun Naim (Foto: Ist)

Bandung, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) kembali menggelar Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (Fiksi). Kompetisi dilaksanakan sejak tahun 2016.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, Fiksi 2020 menjadi salah satu rangkaian lomba yang dilaksanakan pada bulan Vokasi dan Kewirausahaan dengan tema `5Preneurship (people, planet, prosperity, peace, & partnership)` yang digelar secara virtual.

Sekretaris Jenderal Kemdikbud Ainun Na’im dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap para siswa yang tetap bersemangat menciptakan rintisan usaha, menyusun rencana bisnis dan berusaha tetap sustain meskipun di tengah situasi pandemi.

"Semangat seperti inilah yang sesungguhnya memang harus dimiliki oleh calon wirausaha masa depan. Bagi seorang calon wirausaha, situasi yang sulit dan tidak menentu justru dapat menjadi peluang untuk menciptakan beragam solusi yang inovatif, memetakan mitra potensial dalam kolaborasi strategis, dalam upaya membentuk wirausaha yang berdampak luas dan berkelanjutan," kata Ainun saat membuka FIKSI 2020 melalui video virtual di Bandung, pada Selasa (20/10).

Inovasi dan kewirausahaan, kata Ainun merupakan sesuatu yang sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan dan perkembangan ekonomi bangsa Indonesia.

"Tanpa inovasi dan kewirausahaan, berbagai penemuan ilmu pengetahuan, teknologi yang baru tidak dapat dinikmati atau tidak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dunia secara menyeluruh," imbuh Ainun.

Lebih lanjut Ainun mengatakan, inovasi dan kewirausahaan tidak hanya dimiliki oleh sektor-sektor komersial atau pun bisnis, tetapi juga pada sektor sosial kemanusiaan termasuk yang sifatnya nirlaba.

"Kita juga bisa melihat banyak institusi-institusi nirlaba, yayasan, badan wakaf, bahkan juga pemerintahan dan instansi bisa maju karena ada wirausahawan sosial," ujarnya.

Ainun optimistis Fikis dapat menjadi salah satu program yang berkontribusi bagi pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 2030.

Menurutnya, ditambah dengan potensi kekayaan budaya dan tradisi, keragaman sumber daya alam, serta kemajuan teknologi, para siswa dihadapkan dengan peluang yang sangat lebar untuk dapat mengasah empati mereka, sekaligus menguji daya cipta dan kemampuan mereka dalam hal ilmu pengetahuan, kreativitas, dan perangai wirausaha.

"Dengan demikian jelas terlihat bahwa angkatan muda ini memiliki kualitas yang baik, yang akan menjadi penggerak utama dan ujung tombak kegiatan ekonomi di Indonesia," sambung dia.

Ainun mengajak para peserta FIKSI 2020 untuk terus mengembangkan daya inovasi dan kewirausahaannya, sehingga nanti bisa berkontribusi lebih besar lagi dalam memajukan dan meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia.

"Saya optimis dengan melihat partisipasi adik-adik, didukung para orang tua dan guru, cita-cita bangsa Indonesia tercapai. Saya sampaikan selamat mengikuti festival. Jaga integritas, jaga motivasi dan semangat tidak hanya festival tapi juga pada kehidupan bahkan termasuk karir jangka panjang," ucap Ainun.

Sementara itu, Plt Kepala Puspresnas, Asep Sukmayadi dalam laporannya menyampaikan bahwa Fiksi 2020 merupakan ajang lomba inovasi dan kewirausahaan bagi siswa SMA.

"Dengan moto Jujur itu Juara, Berprestasi Dari Rumah, dan Menolak Untuk Menyerah, kami harap melalui Fiksi 2020 para calon wirausahawan muda ini dapat bekerja sama dengan memanfaatkan teknologi yang tepat guna, inovatif, realistis atau mudah diwujudkan, serta efisien dalam menghasilkan produk bagi kesejahteraan, kemakmuran dan perdamaian dunia," terang Asep.

Sebelumnya, seleksi Fiksi telah dilaksanakan melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah seleksi rencana bisnis. Jumlah partisipan yang mendaftar pada tahap ini berjumlah 1665 siswa dengan 982 rencana bisnis dari seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut telah dipilih 129 rencana bisnis yang menjadi finalis di tingkat nasional untuk mengikuti seleksi tahap akhir, yaitu seleksi pameran, presentasi, dan wawancara. Pelaksanaan seleksi tahap akhir ini dilaksanakan pada tanggal 19 hingga 24 Oktober 2020.

Kategori yang dilombakan pada Fiksi 2020 yaitu Kategori Rintisan Pemula dan Kategori Rintisan Lanjutan. Sementara itu, bidang lombanya adalah Bidang Boga, Bidang Fashion, Bidang Kriya, Bidang Desain Grafis, Bidang Game dan Aplikasi Digital, serta Bidang Budidaya dan Lintas Usaha.

Selain lomba, kegiatan lain yang dilaksanakan pada rangkaian pelaksanaan Fiksi 2020 ialah Workshop Entrepreneur Talk yang menghadirkan beberapa nara sumber di bidang wirausaha dan kepemimpinan.

Asep menyampaikan, workshop ini bertujuan untuk memberikan semangat pantang menyerah dan wawasan kewirausahaan, khususnya di masa pandemi bagi para finalis Fiksi yang diharapkan kedepannya menjadi wirausahawan yang akan menjadi penggerak utama dan ujung tombak kegiatan ekonomi di Indonesia.

Kesuksesan pelaksanaan Fiksi, kata Asep, tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, antara lain komunitas alumni Fiksi yang tergabung dalam Fiksioner, para guru pembimbing, para orang tua hebat yang selalu mendampingi dan memotivasi putra-putrinya untuk tetap bersemangat positif.

"Peran guru dan keluarga sangat besar untuk kesuksesan putra-putri meraih prestasi. Keluarga merupakan tiang dan perlindungan pertama putra-putri kita untuk mendapatkan rasa aman sehingga mampu menatap masa depan yang lebih cerah," tutup Asep.

TAGS : Kemdikbud Fiksi 2020 Festival Inovasi Kewirausahaan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :