Jum'at, 04/12/2020 12:01 WIB

Percobaan Ilmuwan Hong Kong Gunakan Obat Maag Lawan Virus Corona Berhasil

Menggunakan hamster Suriah sebagai subjek tes, ilmuwan tersebut menemukan bahwa salah satu obat, ranitidine bismuth citrate (RBC), adalah agen anti-SARS-CoV-2 yang manjur.

Virus Corona Disease (Covid-19).

Hong Kong, Jurnas.com - Ilmuwan di Hong Kong mengatakan, obat anti-mikroba terjangkau yang digunakan mengobati sakit maag dan infeksi bakteri telah menjanjikan dalam memerangi virus corona (COVID-19) pada hewan.

Para peneliti mulai mengeksplorasi apakah metalodrug, senyawa yang mengandung logam yang lebih umum digunakan melawan bakteri mungkin juga memiliki sifat anti-virus yang dapat melawan virus corona SARS-CoV-2.

Menggunakan hamster Suriah sebagai subjek tes, ilmuwan tersebut menemukan bahwa salah satu obat, ranitidine bismuth citrate (RBC), adalah agen anti-SARS-CoV-2 yang manjur.

"RBC mampu menurunkan viral load di paru-paru hamster yang terinfeksi hingga 10 kali lipat," kata peneliti Universitas Hong Kong, Runming Wang, kepada awak media pada Senin (12/10) saat tim mempresentasikan penelitian mereka.

"Temuan kami menunjukkan bahwa RBC adalah agen anti-virus potensial untuk COVID-19," sambungnya.

COVID-19 menewaskan lebih dari satu juta orang sejak pertama kali muncul di China Desember lalu dan kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Ketika para ilmuwan berjuang menemukan vaksin, mereka juga telah menjelajahi obat-obatan yang tersedia yang dapat meringankan gejala yang disebabkan oleh penyakit COVID-19 atau membantu tubuh melawan infeksi.

Remdesivir, obat antivirus berspektrum luas, dan deksametason, sejenis kortikosteroid, keduanya telah diidentifikasi berhasil melawan virus. Keduanya digunakan oleh dokter untuk merawat Presiden Ammerika Serikat (AS), Donald Trump setelah dia terjangkit COVID-19.

Syangnya, Remdesivir mahal dan memiliki kekurangan secara global, sementara deksametason memiliki efek penekanan kekebalan yang berisiko untuk semua kecuali pasien yang paling sakit. Koktail obat lain telah menunjukkan kerusakan hati bisa menjadi risiko.

Para ilmuwan Hong Kong mengatakan, RBC adalah obat yang umum tersedia yang digunakan untuk melawan tukak lambung dengan profil farmakologis yang aman dan komprehensif.

"Ini telah digunakan selama beberapa dekade sehingga cukup aman," kata Wang.

Mereka menambahkan bahwa penelitian mereka, yang telah diterbitkan dalam jurnal Nature Microbiology, menyarankan metalodrug lain mungkin juga berhasil melawan virus dan harus dieksplorasi lebih lanjut. (AFP)

TAGS : Virus Corona Ilmuwan Hong Kong Ranitidine Bismuth Citrate




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :