Kamis, 03/12/2020 17:05 WIB

Implementasi Kampus Merdeka, UT Matangkan Program Magang

Universitas Terbuka sedang mematangkan program magang bagi mahasiswa, dalam rangka mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat (Foto: Sulis)

Jakarta, Jurnas.com - Universitas Terbuka (UT) sedang mematangkan program magang bagi mahasiswa, dalam rangka mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ojat Darojat, di sela-sela sambutan upacara penyerahan ijazah (UPI) untuk 19 wisudawan Indonesia di Korea Selatan (Korsel) pada Sabtu (10/10).

"Ke depannya, sebagian mata kuliah sebagai kompetensi tidak hanya melalui bahan ajar yang kita siapkan, tapi juga kegiatan praktik maupun magang di tempat teman-teman bekerja," ujar Ojat.

Dengan program magang tersebut, lanjut Ojat, akan membuka pintu kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari kompetensi yang sesuai dengan passion.

"Dengan cara seperti itu mahasiswa mendapatkan kesempatan meraih kompetensi. Ruang kurikulumnya dari kami akan diperlebar," kata dia.

Ojat menerangkan, sebagai perguruan tinggi pembelajaran jarak jauh (PT-PJJ), Universitas Terbuka mendapatkan amanat untuk mengembangkan Universitas Terbuka Siber atau UT Siber dari Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

"Ini merupakan kepercayaan besar untuk UT, dalam rangka semakin memasyarakatkan PJJ secara online, di mana masyarakat saat ini mulai mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pedagogi," tutur Ojat.

Sebelumnya, Kemdikbud melalui Direktorat Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menerbitkan pedoman kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Direktur Jenderal Dikti Kemdikbud, Nizam mengatakan, pedoman ini memberikan mahasiswa kesempatan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan kompetensi baru, melalui beberapa kegiatan pembelajaran di luar program studinya.

Perubahan kurikulum ini, lanjut Nizam, juga selaras dengan peran pendidikan tinggi sebagai transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja.

"Kurikulum harus betul-betul menyiapkan learning outcome. Jadi, seorang sarjana itu harus bisa apa, skill apa yang harus dimiliki, dan kemampuan komunikasi seperti apa. Maka itulah kenapa kita harus mengubah kurikulum dan cara pandang kurikulum itu sendiri," kata Nizam dalam peluncuran Pedoman Kurikulum MBKM dan Aplikasi Program MBKM pada Jumat (9/10).

TAGS : Universitas Terbuka Kampus Merdeka Ojat Darojat Kemdikbud




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :