Jum'at, 04/12/2020 11:58 WIB

Kemdikbud Terbitkan Pedoman Kurikulum Baru di Perguruan Tinggi

Direktur Jenderal Dikti Kemdikbud, Nizam mengatakan, pedoman ini memberikan mahasiswa kesempatan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan kompetensi baru, melalui beberapa kegiatan pembelajaran di luar program studinya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Nizam (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menerbitkan pedoman kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Direktur Jenderal Dikti Kemdikbud, Nizam mengatakan, pedoman ini memberikan mahasiswa kesempatan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan kompetensi baru, melalui beberapa kegiatan pembelajaran di luar program studinya.

Perubahan kurikulum ini, lanjut Nizam, juga selaras dengan peran pendidikan tinggi sebagai transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja.

"Kurikulum harus betul-betul menyiapkan learning outcome. Jadi, seorang sarjana itu harus bisa apa, skill apa yang harus dimiliki, dan kemampuan komunikasi seperti apa. Maka itulah kenapa kita harus mengubah kurikulum dan cara pandang kurikulum itu sendiri," kata Nizam dalam peluncuran Pedoman Kurikulum MBKM dan Aplikasi Program MBKM.

Nizam menyampaikan, setiap Revolusi Industri selalu disertai dengan hilangnya kompetensi lama seiring dengan kemajuan teknologi mesin. Sehingga banyak pekerjaan lama yang hilang dan muncul pekerjaan baru. Perguruan tinggi harus menyiapkan para mahasiswa untuk menghadapi hal tersebut dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

"Kampus itu tidak cukup untuk menjadi tempat bagi mahasiswa mendapatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan mengembangkan dirinya. Soft skill, hard skill, tidak mungkin hanya bisa diperoleh melalui pembelajaran di dalam kampus. Self-directed learning menjadi kebutuhan dan kompetensi esensial bagi setiap mahasiswa," lanjut Nizam.

Dengan diluncurkannya buku panduan serta aplikasi untuk mendukung implementasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Nizam berharap hal ini dapat bermanfaat bagi perguruan tinggi sehingga dapat menghasilkan insan Indonesia yang beradab, berilmu, profesional, dan kompetitif di era Revolusi Industri 4.0 serta berkontribusi terhadap kesejahteraan kehidupan bangsa.

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Aris Junaidi mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat serta stakeholder needs menjadi keharusan untuk selalu melakukan evaluasi dan reorientasi kurikulum secara reguler.

Apalagi perguruan tinggi dan program studi saat ini ditantang untuk menjadi adaptif dan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.

Terkait dengan buku panduan MBKM, Aris menjelaskan buku panduan ini merupakan edisi yang keempat dan telah disempurnakan berdasarkan kebijakan Kemdikbud terbaru mengenai program MBKM dan hasil evaluasi penerapan kurikulum di berbagai perguruan tinggi selama melaksanakan bimbingan teknis maupun sosialisasi penyusunan kurikulum. Buku panduan ini juga telah diuji coba pada kegiatan program Kampus Mengajar Perintis (KMP) yang diikuti kurang lebih oleh 2.500 mahasiswa.

"Sangat disarankan agar setiap pimpinan PT serta dosen menggunakan buku panduan ini dalam mengembangkan kurikulum yang telah ada saat ini sesuai dengan SN-Dikti serta membekali peserta didik dengan keterampilan hidup melalui implementasi MBKM," tutur Aris.

Selain itu, pada kesempatan ini juga diluncurkan aplikasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Aplikasi ini merupakan salah satu sarana untuk mendorong mahasiswa agar mengikuti proses pembelajaran di luar program studinya melalui beberapa aktivitas, diantaranya pertukaran mahasiswa, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, riset/penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, dan membangun desa/KKN tematik.

Adapun target pengguna aplikasi ini adalah perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, dan mitra atau lembaga yang diharapkan dapat saling berkolaborasi dalam meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa melalui link and match antara lulusan pendidikan tinggi dengan dunia usaha dan industri. Aplikasi ini juga mengakomodir aktivitas mahasiswa dalam program MBKM, mulai dari pendaftaran, penawaran kegiatan, daftar kegiatan, seleksi peserta, aktivitas mahasiswa, pengawasan (monitoring), hingga penilaian.

TAGS : Kurikulum Baru Kampus Merdeka Kemdikbud Nizam Ditjen Dikti




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :