Kamis, 29/10/2020 23:24 WIB

Microsoft: Peretas Rusia, China dan Iran Serang Kampanye Pilpres AS

Para peretas tersebut berupaya menargetkan staf dari kampanye Presiden Donald Trump dan saingannya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Ilustrasi Hacker

Washington, Jurnas.com - Microsoft mengatakan, pihaknya baru-baru ini berhasil menggagalkan serangan siber dari China, Rusia, dan Iran berupaya menargetkan pihak yang terlibat dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).

Wakil Presiden Microsoft, Tom Burt mengatakan dalam sebuah blog keamanan, para peretas tersebut berupaya menargetkan staf dari kampanye Presiden Donald Trump dan saingannya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

"Dalam beberapa pekan terakhir, Microsoft mendeteksi serangan dunia maya yang menargetkan orang dan organisasi yang terlibat dalam pemilihan presiden mendatang, termasuk serangan yang gagal terhadap orang yang terkait dengan kampanye Trump dan Biden," kata Burt.

"Kegiatan yang kami umumkan hari ini memperjelas bahwa kelompok asing meningkatkan upaya mereka menargetkan pemilu 2020 seperti yang telah diantisipasi, dan konsisten dengan apa yang telah dilaporkan pemerintah AS dan lainnya," sambungnya.

Menurut Burt, para hacker tersebut juga aktif melawan operasi politik, lembaga pemikir, konsultan, dan partai politik di Eropa. Ia mengatakan,  kelompok hacker yang berbasis di Rusia bernama Strontium telah menyerang lebih dari 200 organisasi.

Selanjutnya, kelompok hacker yang berbasis di China, Zirkonium menyerang orang-orang terkenal yang terkait dengan pemilu, termasuk yang terkait dengan kampanye Joe Biden dan pemimpin penting lainnya di komunitas internasional.

Terakhir, kelompok hacker yang berbasis di Iran yang dijuluki Fosfor, menargetkan akun pribadi orang-orang yang terkait dengan kampanye Trump "Mayoritas serangan ini terdeteksi dan dihentikan oleh alat keamanan yang terpasang di produk kami," kata Burt.

"Kami telah memberi tahu secara langsung mereka yang menjadi sasaran atau disusupi sehingga mereka dapat mengambil tindakan untuk melindungi diri mereka sendiri," sambungnya. (AFP)

TAGS : Microsoft Hacker Rusia Hacker China Hacker Iran Pilpres AS




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :