Sabtu, 24/10/2020 07:40 WIB

Maju Sebagai Calon Ketum APJATI, Ini 3 Gagasan Besar Ahmad Faisol

Caketum APJATI ini menawarkan tiga ide besar untuk perubahan P3MI agar lebih baik.

Caketum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), Ahmad Faisol

Jakarta, Jurnas.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) tengah menggelar suksesi kepemimpinan. Sejumlah nama mulai muncul dalam bursa pemilihan Calon Ketua Umum APJATI periode 2020-2024. Salah satunya yakni Ahmad Faisol.

Saat Deklarasi, pria yang akrab disapa Gus Faisol itu menyampaikan 3 gagasan besarnya untuk memperbaiki asosiasi. 

Pertama, Rebranding APJATI, yaitu mengubah wajah asosiasi jadi lebih humanis, menasbihkan diri sebagai bisnis yang bersih dan mendorong pemberdayaan pekerja migran Indonesia (PMI).

"Kedua, menyiapkan marketplace untuk PMI. Marketplace ini nantinya akan mempertemukan kebutuhan PMI dengan P3MI (red: Perusahaan Penempatan PMI). Marketplace ini juga menjadi jalan untuk memulai sistem pendataan besar pekerja migran, lalu menghubungkan mereka dengan perangkat digital dan akses perbankan," kata Gus Faisol di Kedai Tempo, Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (02/09/2020).

"Dengan skema demikian, saya optimis tidak akan ada lagi pekerja migran yang terpisah atau tidak terhubung dengan lembaga keuangan," lanjut dia.

Kemudian juga membangun sinergi yang baik antara Asosiasi dengan pemerintah, dalam hal ini Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Kementerian Ketenagakerjaan.

Sebagai mitra strategis pemerintah, Direktur Utama PT Timuraya Jaya Lestari ini menilai bahwa sinergi yang baik dan intensif merupakan kunci untuk perbaikan penempatan PMI.

Sehingga, lanjutnya, tidak ada lagi miskomunikasi dan miskebijakan antara regulasi dengan realitas kepentingan penempatan pekerja migran.

"Jika ketiga cara ini dilakukan, saya optimistis APJATI akan (semakin) lebih baik, akan semakin memberi kemaslahatan dan kemanfaatan bagi anggotanya, dan tentu akan membantu kepentingan para pekerja migran," jelas Faisol.

Diketahui, sejak eksis 25 tahun silam, APJATI telah memberikan banyak kontribusi dalam menyelesaikan ketersediaan pekerjaan di luar negeri, mengatasi pengangguran dan tentu saja mendatangkan devisa yang tak terhitung jumlahnya bagi negara.

“Capaian-capaian tersebut tentu bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan. Capaian tersebut seharusnya menjadi pengingat bahwa masih banyak hal yang harus dibuat APJATI untuk kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia,” ujar Faisol.

APJATI, lanjut Faisol bahkan belum mampu berkontribusi optimal bagi kepentingan anggotanya sendiri. APJATI seringkali melupakan bahwa dirinya adalah asosiasi bisnis yang harus menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan segala jenis tuntutan publik.

"APJATI alfa terhadap anggotanya yang beberapa kali dituding melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum," kata dia.

TAGS : APJATI Ahmad Faisol TKI




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :