Kamis, 29/10/2020 23:16 WIB

Mantan Presiden India Pranab Mukherjee Tutup Usia

Mukherjee meninggal karena beberapa kegagalan organ setelah dirawat di rumah sakit beberapa minggu lalu.

Mantan Presiden India, Pranab Mukherjee. (FotoArun Sankar / AFP)

New Delhi, Jurnas.com -  Mantan presiden India, Pranab Mukherjee, yang divonis positif virus corona (COVID-19) awal bulan ini, meninggal di usia 84 tahun pada Senin (31/8). Ia meninggal setelah menjalani perawatan selama berminggu-minggu di rumah sakit.

Mukherjee meninggal karena beberapa kegagalan organ setelah dirawat di rumah sakit beberapa minggu lalu. Ia dinyatakan positif COVID-19 pada 10 Agustus.

Seorang politisi veteran yang menjabat sebagai menteri luar negeri dan keuangan di pemerintahan sebelumnya mengatakan, Mukherjee mengalami koma yang dalam dan menggunakan bantuan ventilator setelah mengalami infeksi paru-paru.

"Kematiannya melewati sebuah era," kicau kantor Presiden Ram Nath Kovind.

Mukherjee menjabat sebagai presiden dari 2012 hingga 2017, di akhir periode panjang ketika Partai Kongres memegang kekuasaan. Kantor tersebut sebagian besar bersifat seremonial di India, dengan kekuasaan eksekutif berada di tangan perdana menteri.

Sebelumnya, Mukherjee pernah menjadi menteri keuangan, pertahanan dan luar negeri untuk tiga perdana menteri yang terpisah dan membantu mengelola koalisi pemerintahan yang rapuh.

Mukherjee adalah seorang guru perguruan tinggi di negara bagian Bengal Barat sebelum pertama kali mencalonkan diri sebagai pejabat publik pada tahun 1969.

Ia menjadi anak didik Perdana Menteri Indira Gandhi dan setia kepadanya selama Darurat Dalam Negeri yang dia nyatakan dari tahun 1975 hingga 1977, ketika pemilihan umum ditangguhkan dan kebebasan sipil diatasi. Banyak lawannya dipenjara.

Mukherjee kehilangan posisinya sebagai menteri keuangan setelah Indira Gandhi dibunuh pada tahun 1984 dan putranya Rajiv Gandhi menjadi perdana menteri.

Mukherjee membentuk partainya sendiri, tetapi kemudian berdamai dengan Rajiv Gandhi dan kembali ke partai Kongres pada tahun 1989.

Setelah pembunuhan Rajiv Gandhi pada tahun 1991, Mukherjee bergabung dengan Kabinet penggantinya, PV Narasimha Rao dan Manmohan Singh.

Mukherjee dianugerahi penghargaan sipil tertinggi India, Bharat Ratna, pada 2019.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, dari musuh bebuyutan nasionalis Partai Bharatiya Janata, mengatakan Mukherjee meninggalkan jejak yang tak terhapuskan pada lintasan pembangunan India.

"Seorang sarjana par excellence, seorang negarawan yang menjulang tinggi, dia dikagumi di seluruh spektrum politik," kata Modi di akun Twitternya.

Presiden saat ini Ram Nath Kovind menyebut Mukherjee seorang raksasa dalam kehidupan publik yang melayani India dengan semangat seorang bijak. (channelnewsasia)

TAGS : presiden India Pranab Mukherjee terjangkit COVID-19 Narendra Modi Kabar Duka




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :