Selasa, 27/10/2020 07:37 WIB

Kasus Corona Meningkat, Philipina Perpanjang Pembatasan hingga 30 September

Kasus harian yang dilaporkan masih tinggi, mengutip kebutuhan untuk mengintensifkan tindakan anti-COVID-19 untuk memperlambat tingkat infeksi, yang tertinggi di Asia Tenggara.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menunjukkan dokumen selama konferensi pers di Istana Malacanang di Manila pada 19 November 2019. (Foto: AFP)

Manila, Jurnas.com -  Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan, pembatasan parsial di dan sekitar ibu kota Manila akan dipertahankan selama satu bulan lagi mulai 1 September. Hal ini untuk mengendalikan jumlah kasus virus corona (COVID-19) dan semakin memperluas kapasitas rumah sakit.

Duterte mengumumkan keputusan itu dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin (31/9)malam setelah Kementerian Kesehatan Filipina melaporkan 3.446 kasus baru COVID-19 dan 38 kematian hari itu, menjadikan jumlah totalnya menjadi 220.819 kasus dengan 3.558 kematian.

Menteri Kesehatan Filipina, Francisco Duque mengatakan, kasus harian yang dilaporkan masih tinggi, mengutip kebutuhan untuk mengintensifkan tindakan anti-COVID-19 untuk memperlambat tingkat infeksi, yang tertinggi di Asia Tenggara.

"Waktu bagi kasus bertambah secara berlipat ganda telah melambat jadi 12-13 hari, dari sebelumnya 7 hari," ucap Duque.," kata Duque.

Mantan panglima militer yang bertanggung jawab atas gugus tugas COVID-19 nasional, Carlito Galvez mengatakan, pemerintah sedang meningkatkan kapasitas rumah sakit dan akan menambah 1.000 tempat tidur di Manila dan provinsi terdekat, yang merupakan penyebab sebagian besar kasus.

"Kami perlu memperkuat fasilitas perawatan, terutama ICU (unit perawatan intensif), mengingat kemungkinan peningkatan kasus yang parah begitu kami semakin membuka perekonomian," kata Galvez saat rapat satuan tugas dengan presiden.

Manila mengakhiri lockdown yang ketat pada 19 Agustus untuk meningkatkan aktivitas bisnis dan ekonomi yang jatuh ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam 29 tahun dengan rekor kemerosotan pada kuartal kedua.

Juru bicara Duterte, Harry Roque menagtakan, Sebagian besar bisnis, termasuk layanan makan malam akan diizinkan untuk dibuka kembali. Layanan keagamaan akan terus diizinkan dengan kehadiran maksimal 10 orang.

"Orang juga harus memakai masker di depan umum dan mengamati jarak sosial satu meter, sementara anak-anak, orang tua dan wanita hamil diminta untuk tinggal di rumah," kata Roque.

Pemerintah telah menguji lebih dari 2,4 juta orang dan bertujuan untuk menguji 10 juta, atau hampir sepersepuluh dari populasi, pada kuartal kedua. (channelnewsasia)

TAGS : kasus corona Filipina Rodrigo Duterte Asia Tenggara




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :