Selasa, 01/12/2020 21:32 WIB

Dirjen Dikti Optimistis Reka Cipta Bantu Pemulihan Ekonomi

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Nizam optimitis ekosistem reka cipta Indonesia dapat membantu pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Nizam optimitis ekosistem reka cipta Indonesia dapat membantu pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19.

Reka cipta merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membangun kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, baik inovator di perguruan tinggi maupun industri, serta pemerintah.

Konkritnya, lanjut Nizam, reka cipta akan diwujudkan melalui sebuah platform di mana industri dapat menyampaikan kebutuhannya yang akan dipenuhi oleh inventor di perguruan tinggi.

"Reka cipta ini seperti platform untuk menyambungkan antara apa yang ada di perguruan tinggi misalnya produk makanan, katalis, alat pertanian, kemudian dari industri bisa request (minta) dan produk perguruan tinggi yang sudah siap bisa langsung masuk," terang Nizam kepada awak media dalam penandatanganan nota kesepahaman bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan KADIN (Kamar Dagang Indonesia) DKI Jakarta, pada Selasa (25/8).

Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua Umum Forum PII Heru Dewanto dan Ketua KADIN Jakarta Diana Dewi. Sedangkan dari Ditjen Dikti turut hadir Sekretaris Ditjen Dikti Paristiyanti Nurwardani, Kepala Subbagian Tata Usaha Ditjen Dikti Didi Rustam beserta Tim Kerja Akselerasi Reka Cipta Indonesia Ditjen Dikti yakni Achmad Aditya, M.Setiawan, Ade Kadarisman, Mahir Bayasut, dan Willy Sakareza.

Menurut Nizam, selama ini perguruan tinggi dan industri masih berjalan sendiri-sendiri dan belum saling terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh industri. Sehingga terjadi missing link antara pihak inovator dan investor.

Namun kondisi ini mulai berbeda ketika Indonesia diterjang pandemi Covid-19. Perguruan tinggi berlomba berinovasi menciptakan alat dan obat untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Setidaknya, kata Nizam, lebih dari 1.000 inovasi berbentuk teknologi dan obat diciptakan oleh perguruan tinggi antara lain masker 3D, robot perawat, drone, alat rapid test, dan ventilator.

Investor turut mendukung produksi berbagai alat tersebut, sehingga fenomena ini menjadi contoh yang selayaknya dilakukan antara inovator dan investor.

"Jika kita perhatikan bersama, saat ini adalah momentum yang tepat bagi kita menghadapi tantangan dalam kondisi pandemi untuk melakukan lompatan dan terobosan rekacipta untuk meningkatkan nilai ekonomi. Seperti amanah Presiden Joko Widodo untuk mengubah kondisi ekonomi dari yang negatif menjadi positif," tutur Nizam.

Sementara Diana Dewi Ketua Umum KADIN Jakarta menyampaikan apresiasi atas gagasan Ditjen Dikti dalam membangun ekosistem reka cipta Indonesia.

Hal ini sejalan dengan berbagai upaya dalam menghadapi dampak pandemi covid-19 yang telah membawa perubahan sosial, khususnya bagi dunia usaha. Dewi yakin para lulusan perguruan tinggi memiliki kecapakan dan pengetahuan untuk memberikan solusi.

Dewi menambahkan, kondisi ini juga mengharuskan industri untuk terus kreatif dalam menyusun pola bisnis yang baru. "Kolaborasi ini dapat mengembangkan ruang ekspresi reka cipta sesuai tantangan dan kebutuhan dunia usaha saat ini," ujar dia.

Selanjutnya, Heru Dewanto Ketua Forum PII mengatakan bahwa reka cipta sekarang telah mengalami transformasi. Dahulu banyak yang memaknai reka cipta sebagai sebuah proses yang dimulai dari science, lalu engineering, dan lahir reka cipta baru.

Saat ini reka cipta tidak hanya dilahirkan dari konteks laboratorium, melainkan dapat lahir dan tumbuh dari aktivitas keseharian. Namun demiian, implementasi reka cipta masih mengalami tantangan pada tahap komersialisasi.

"Sehingga melalui ekosistem reka cipta, tidak ada lagi valley of death pada tahapan komersialisasi reka cipta," kata Heru.

Sesditjen Dikti Paristiyanti menambahkan berbagai upaya terus dilakukan untuk berkolaborasi dengan semua pihak. Kerja sama lintas sektor terus dilakukan dalam menghadapi efek pandemi Covid-19.

Melalui kerja sama ini, dia berharap dapat membentuk ruang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan pendekatan pengembangan enterpreneur dalam berbagai bentuk, sebagai respon atas transformasi digital yang tengah terjadi saat ini di berbagai bidang.

Kesempatan tersebut harus terbuka lebar bagi perguruan tinggi, khususnya bagi mahasiswa dan fresh graduate. "Dengan semangat gotong royong, pemulihan perekonomian nasional dapat kita raih melalui ekosistem reka cipta Indonesia," tutur Paris.

Selain meningkatkan kolaborasi antara peneliti dan investor, kerja sama ini turut mengimplementasikan kebijakan Kampus Merdeka.

"Kerja sama ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan magang di dunia industri yang bisa dilakukan antara 6-10 bulan. Hal ini mengupayakan lulusan yang relevan dengan dunia usaha. Sehingga membuka peluang menciptakan lulusan yang siap bekerja atau pengusaha," tandas Paris.

TAGS : Dirjen Dikti Nizam Reka Cipta Kemdikbud




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :