Rabu, 21/10/2020 17:47 WIB

Neymar Diyakini Jadi Pembeda di Laga Final Champions

Menurut dia, selain bertalenta, Neymar juga pernah membawa Barcelona menjuarai Liga Champions pada musim 2014/2015 setelah mengalahkan Juventus 3-1 di partai puncak.

Neymar Junior (foto: Soccerway)

London, Jurnas.com - Mantan pemain Manchester United sekaligus pakar sepak bola, Owen Hargreaves menilai Neymar akan menjadi pembeda dalam laga final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) vs Bayern Munich pada Senin (24/8) dini hari.

Menurut dia, selain bertalenta, Neymar juga pernah membawa Barcelona menjuarai Liga Champions pada musim 2014/2015 setelah mengalahkan Juventus 3-1 di partai puncak.

"Dia mungkin pemain paling berbakat di lapangan. Saya tidak berpikir ada orang yang membantahnya. Dalam bakat murni, tidak banyak yang bisa menyentuh Neymar. Hanya ada Messi dan Ronaldo," ujar pakar BT Sports tersebut dikutip dari Express pada Minggu (23/8).

"Itulah yang terkadang membuat orang tidak frustrasi, tetapi karena dia sangat berbakat, Anda mengharapkan dia untuk memproduksinya sepanjang waktu. Dia memiliki bakat untuk menjadi pemain terbaik di dunia," sambung dia.

"Saya pikir mungkin itulah yang menjadi idenya untuk pergi ke PSG, pertunjukan itu akan menjadi miliknya. Kemudian Mbappe datang entah dari mana dan hampir mendahului dia. Ini adalah panggung yang besar baginya. Inilah yang dia impikan," tambah Hargreaves.

Neymar sebelumnya pernah mengalami sakit hati di Liga Champions bersama PSG, kala gagal memenangkan trofi dalam dua tahun sebelumnya di klub. Tapi Hargreaves berpikir ini bisa menjadi panggungnya.

"Satu hal yang dapat Anda katakan tentang Cristiano dan Messi adalah, sebaik apa pun mereka dulu dan sekarang, aplikasi mereka untuk bekerja dan meningkatkan serta menjadi konsisten tidak masuk akal," ucap dia.

"Neymar, pada masanya, mungkin adalah pemain terbaik di dunia, tapi terkadang tidak ada. Anda tidak terlalu paham dengan Ronaldo. Bahkan ketika Juventus keluar (tersingkir), siapa dia pemain 35 itu? Dia masih kepala dan bahu pemain terbaik mereka."

"Mungkin butuh waktu. Jika Anda ingin menjadi pemain terbaik di dunia, banyak orang akan berpendapat tentang itu."

"Mungkin Anda perlu berusia 27 tahun untuk menyadari `Saya kehabisan waktu` lalu pelatih datang pada waktu yang tepat, untuk mengatakan, `Lihat, ini dia, ini cetak birunya`."

"Anda lihat Liverpool, bukan kebetulan mereka memenangkan Liga Champions dan kemudian Liga Premier. Anda tidak pernah melihat Mo Salah sebagai mesin press ketika dia bermain di Roma. Klopp telah membuat semua pemain setuju," tandas dia.

TAGS : Liga Champions Final Neymar Paris Saint-Germain Bayern Munich




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :