Sabtu, 26/09/2020 09:33 WIB

Layaknya Ibu yang Peduli, Ketua TP PKK Turun Langsung Membagi Masker ke Desa-desa di Jawa Timur

Ini adalah tindak lanjut dari perintah Presiden bahwa Ibu-ibu di PKK harus ikut serta berperan membagikan masker door to door

Ketua TP PKK Tri Tito Karnavian bersama kader PKK menyambangi langsung rumah-rumah warga dan membagi masker serta bantuan sosial di wilayah Jawa Timur, Jumat, 7/08/2020

Surabaya, Jurnas.com - Gerak cepat terjun langsung ke lapangan yang dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK, Tri Tito Karnavian, terus berlanjut dalam mendorong masyarakat untuk mengenakan masker dalam mencegah penularan COVID-19.

Hari Jumat, 7 Agustus, Tri Tito Karnavian tampak membagikan masker di Kampung Heritage Kauman Malang dan di Desa Mulyo Agung, yang termasuk dalam rangkaian acara peluncuran Gerakan 26 Juta Masker se-Provinsi Jawa Timur.

"Ini adalah tindak lanjut dari perintah Presiden bahwa Ibu-ibu di PKK harus ikut serta berperan membagikan masker door to door," kata Tri Tito Karnavian, ketika berbicara pada acara peluncuran Gerakan 26 Juta Masker se-Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan di Pendopo Agung, Kabupaten Malang.

Sebelumnya, Tri Tito Karnavian juga telah menyambangi para keluarga-keluarga di Jakarta Pusat untuk melaksanakan sosialisasi dan edukasi pemakaian masker, sehari setelah Presiden Joko Widodo menunjuknya untuk melaksanakan tugas tersebut.

Selanjutnya, Tri Tito Karnavian melakukan hal yang sama di Indramayu, sebagai bagian dari program membagi 2,5 juta masker untuk kabupaten tersebut.

Di Provinsi Jawa Timur sendiri, direncanakan pembagian masker sebanyak 26 juta masker. Ini merupakan total gabungan dari kab/kota seluruh Jatim yang masing-masing menyiapkan jumlah yang berbeda.

Pemprov Jatim menyiapkan 4,5 juta masker, kemudian Kabupaten Malang dua juta masker dan Kota Malang 1,5 juta masker. Sementara kab/kota lainnya menyiapkan masing-masing lima ratus ribu masker kain.

"Kami harapkan nanti Ibu-ibu penggerak PKK mengikutsertakan komunitas ataupun potensi-potensi di daerahnya yang bisa membantu pembagian masker ini. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada Mendagri, Gubernur Jawa Timur serta jajarannya, Bupati/Walikota dan seluruh jajaran yang sudah memsosialisasikan dan membagikan masker ini," kat Tri Tito Karnavian.

Memenuhi Panggilan Negara dengan Semangat Gotong Royong

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, mengatakan langkah PKK untuk terjun langsung merupakan bagian dari panggilan negara untuk melaksanakan bakti.

"Di saat inilah momentum eksistensi PKK, yakni ketika masyarakat dan negara memanggil. Kedua, kita sebagai umat beragama percaya bahwa kegiatan-kegiatan yang kita lakukan dengan ikhlas akan mendapat pahala," kata Mendagri.

Mendagri mengatakan, pembagian masker kepada masyarakat merupakan arahan dari Presiden. Langkah pembagian masker adalah kegiatan yang bersifat soft dan simpatik kepada masyarakat, sebelum penegakan hukum bagi yang tidak mengenakan masker diterapkan.

Mendagri menyadari bila penegakan hukum langsung diterapkan tanpa sosialisasi dan pendekatan simpatik, dapat memunculkan resistensi dari masyarakat. Itu sebabnya, kata Tito Karnavian, sejak bulan lalu ia sangat serius meminta para bupati mensosialisasikan dan menggerakkan masyarakat untuk memakai masker.

"Pada 1 Juli lalu, saya sudah sampaikan kepada rekan-rekan kepala derah, siapa yang bisa membagikan masker kepada masyarakat, saya akan datang ke sana sebagai bentuk penghargaan. Dan yang pertama kali menyambut tantangan ini adalah Bupati Gowa. Pada 7 Juli lalu Bupati Gowa mengadakan acara gerakan 1,2 juta masker," kata Tito.

Dalam hemat Mendagri, gerakan pembagian masker membawa dimensi lain yaitu terbangunnya semangat gotong royong. Sebab dalam pengadaan masker, Mendagri selalu menekankan bahwa pembiayaan tidak hanya menggunakan APBD melainkan juga menghimpunnya dari masyarakat yang mampu.

"Jadi misalnya ketika membagikan satu juta masker, 200.000 masker disediakan dari dana APBD, sedangkan 800.000 lagi dari masyarakat yang mampu," kata Tito Karnavian. Ia meyakini banyak anggota masyarakat yang bersedia berpartisipasi untuk menyambut perintah Presiden.

Semangat gotong-royong yang dibangun dalam penyediaan masker, lanjut Tito Karnavian, harus pula dilanjukan dengan menciptakan semangat yang sama ketika mendistribusikan dan membagikan masker tersebut.

"Ketika masker itu sudah dikumpulkan membagi kegotong-royongan itulah yang kita harapkan, baik pada saat mengumpulkan dan membagikan masker," kata Tito Karnavian.

Partisipasi PK PKK dalam pembagian masker merupakan aktualisasi dari semangat gotong royong tersebut.

”Kita harapkan membaginya tidak hanya satu sektor, kegotongroyongan itulah yang kita harapkan. Kegotongroyongan pada saat mengumpulkan maupun saat eksekusi. Semua jalur kita tempuh terutama struktur formal," kata dia.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan sangat bergembira mendapat dukungan dari Mendagri dalam melaksanakan Gerakan 26 juta masker se-Provinsi Jawa Timur.

“Tercatat sampai dengan kemarin ada 26 juta masker yang siap untuk dibagikan kepada seluruh elemen baik warga Jawa Timur maupun yang sedang berkunjung ke Jawa Timur,” ungkap Gubernur Khofifah.

Khofifah mengatakan kegiatan bagi-bagi masker ini akan dilanjutkan dalam beberapa waktu ke depan. Dengan harapan masyarakat makin sadar dan mawas diri di era new normal, yang juga merupakan bentuk perlindungan bagi masyarakat.

TAGS : Kemendagri Tri Tito Karnavian Masket




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :