Kamis, 22/10/2020 21:55 WIB

PM Netanyahu: Hizbullah Bermain Api

Hizbullah dan pemerintah Lebanon memikul tanggung jawab atas upaya para pria bersenjata untuk menyusup ke wilayah Israel, yang mengakibatkan kontak senjata tetapi tidak ada korban yang dilaporkan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Brussels, Belgia pada 11 Desember 2017 (Foto: Dursun Aydemir/Anadolu Agency)

Beirut, Jurnas.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, Hizbullah sedang bermain dengan api. Pernyataan itu disampaikan setelah terjati kontak senjata di perbatasan kedua negara pada Senin (27/7).

Netanyahu mengatakan, Hizbullah dan pemerintah Lebanon memikul tanggung jawab atas upaya para pria bersenjata untuk menyusup ke wilayah Israel, yang mengakibatkan kontak senjata tetapi tidak ada korban yang dilaporkan.

"Hizbullah bermain dengan api dan respons kami akan sangat kuat," kata Netayahu dilansir dari Arab News.

Pernyataannya itu disampaikan ketika kepala misi UNIFIL, Mayor Jenderal Stefano Del Cole, mendesak pihak Lebanon dan Israel melakukan pengekangan maksimal setelah serangan Hizbullah pada Senin (27/7), yang dilaporkan menargetkan patroli militer Israel.

Operasi Hizbullah itu sebagai tanggapan terhadap serangan udara Israel di selatan ibukota Suriah, Damaskus, pada 20 Juli 2020 yang menewaskan Ali Kamel Mohsen Jawad, seorang anggota Hizbullah.

Jawad adalah pejuang Hizbullah pertama yang mati di Suriah sejak sekretaris jenderal kelompok itu Hassan Nasrallah memperingatkan pada Agustus 2019 bahwa kematian seorang pejuang Hizbullah di Suriah akan menyebabkan tanggapan dari Lebanon.

 

Netanyahu juga mengatakan akan menindaklanjuti apa yang terjadi di perbatasan utara, menekankan bahwa tentara siap untuk menangani semua skenario.

"Kebijakan kami jelas. Kami tidak akan membiarkan Iran memiliki pijakan militer di sepanjang perbatasan kami dengan Suriah," kata Netanyahu di media sosial.

"Kami menetapkan kebijakan ini bertahun-tahun yang lalu dan kami berkomitmen untuk itu. Libanon dan Suriah memikul tanggung jawab atas serangan apa pun yang diluncurkan dari wilayah mereka terhadap kami," sambungnya.

 

Hizbullah sendiri membantah terlibat dalam pertempuran.

"Segala yang diklaim media musuh tentang menggagalkan operasi infiltrasi dari Lebanon ke Palestina yang diduduki dan kematian dan cedera anggota Hizbullah dalam penembakan yang menargetkan daerah di sekitar lokasi yang dikendalikan oleh tentara pendudukan di area pertanian Shebaa sepenuhnya salah. Ini adalah upaya untuk menciptakan kemenangan imajiner dan palsu," katanya.

"Perlawanan Islam tidak berbenturan atau menembak selama acara hari ini. Itu adalah insiden sepihak yang dilakukan oleh musuh yang ketakutan, cemas dan tegang.

"Tanggapan kami terhadap pembunuhan Ali Kamel Mohsen, yang meninggal dalam serangan di sekitar Bandara Internasional Damaskus akan datang. Zionis hanya bisa menunggu untuk menerima hukuman atas kejahatan mereka. Penembakan Habariyeh hari ini, yang menimpa rumah warga sipil, tidak akan ditoleransi."

TAGS : Benjamin Netanyahu Hizbullah Lebanon




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :