Minggu, 06/12/2020 05:03 WIB

Laris Manis, 14 Juta Orang Gunakan Platform Rumah Belajar

Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikbud, Hasan Chabibie, dalam perayaan ulang tahun ke-9 Rumah Belajar pada Rabu (15/7) melalui platform konferensi video.

Plt Kepala Pusdatin Kemdikbud, Hasan Chabibie

Jakarta, Jurnas.com - Platform daring milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Rumah Belajar, sudah dimanfaatkan oleh 14 juta pengguna dan diakses lebih dari 150 juta kali hingga hari ini.

Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikbud, Hasan Chabibie, dalam perayaan ulang tahun ke-9 Rumah Belajar pada Rabu (15/7) melalui platform konferensi video.

"Ini tentu angka yang tidak main-main untuk sekelas website pemerintah, dan tentunya pendidikan yang biasanya jarang sekali orang mengakses website pendidikan," kata Hasan dalam sambutannya.

Hasan menyampaikan, selama sembilan tahun sejak 2011 platform Rumah Belajar telah bertransformasi setidaknya enam kali, mulai dari peningkatan layanan dan fitur serta tampilan.

Dia mengatakan Rumah Belajar ditantang untuk bisa diakses oleh daerah kepulauan dan pedalaman atau daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang tidak memiliki koneksi internet.

"Kami dari sisi Rumah Belajar mencoba memberikan beberapa alternatif. Sehingga beberapa titik yang tidak memiliki Internet atau terbatas itu bisa melakukan beberapa aktivitas yang dapat dijalankan," ujar Hasan.

Hasan juga berharap, di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan siswa belajar dari rumah, portal Rumah Belajar dapat dijadikan pilihan utama.

Sebab di dalamnya, siswa, guru, dan orang tua dapat mengakses kelas-kelas terbuka secara langsung maupun tidak langsung.

"Kami berharap Rumah Belajar dapat semakin dimanfaatkan oleh guru dan siswa, terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini," kata Hasan.

Hasan menambahkan, masifnya pemanfaatan Rumah Belajar tidak terlepas dari peran Duta Rumah Belajar di masing-masing provinsi.

Saat ini Kemdikbud memiliki 102 Duta Rumah Belajar yang tersebar di berbagai kabupaten/kota dari Aceh hingga Papua. Mereka merupakan guru-guru terpilih melalui proses seleksi program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK).

"Bagaimana TIK ini bisa dimaksimalkan di semua sekolah dan satuan pendidikan lebih khusus lagi di Maluku Utara. Termasuk inovasi-inovasi yang kita lakukan berbasis mobile entah itu Android atau iOS yang memungkinkan rumah belajar ini semakin mudah untuk diakses dan semakin powerful pada saat nanti dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar," tandas dia.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Timur, Beny Sutarman menyebut terdapat sejumlah kemudahan dalam menggunakan portal Rumah Belajar. Selain gratis, materi yang disediakan platform tersebut juga sudah terstruktur dan sesuai dengan kurikulum.

"Untuk mengakses rumbel bisa dilakukan kapanpun, dimanapun, dan tidak ada biaya. sehingga kami sarankan kepada guru dan siswa, yang punya akses rumbel untuk memanfaatkan media pembelajaran rumbel ini," tutur Beny.

TAGS : Rumah Belajar Platform Daring Kemdikbud




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :