Minggu, 09/08/2020 00:07 WIB

Kementan Ajak Masyarakat Lebih Sadar Bahaya Zoonosis

Zoonosis adalah penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia, dan 75% dari penyakit menular pada manusia adalah zoonosis.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), I Ketut Diarmita. (Foto: Ditjen PKH)

Jakarta, Jurnas.com - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), meminta masyarakat lebih sadar akan bahaya zoonosis. Pasalnya, zoonosis adalah penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia, dan 75% dari penyakit menular pada manusia adalah zoonosis.

Pernyataan itu disampaiakn pada webinar edukasi soal zoonosis yang bertajuk "Menjaga Kesehatan Hewan untuk Melindungi Kesehatan Manusia" pada Sabtu (11/7).

Direktur Jenderal PKH, I Ketut Diarmita mengatakan, keamanan pangan asal ternak yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) merupakan hal yang penting diperhatikan. Karena konsumen harus mendapatkan kualitas yang layak dan aman dari penyakit serta mencegah penularan zoonosis.

"Selain pangan yang dikonsumsi harus mengandung nilai gizi yang tinggi, kita juga harus dapat memberikan ketentraman batin bagi para konsumen, memastikan apa yang mereka konsumsi itu layak dan aman dari penyakit," ujar Ketut.

Dosen FKH IPB, Denny Widaya Lukman menyebut memang masyarakat perlu sadar dan paham akan adanya potensi penyakit zoonosis di dalam pangan asal hewan. Pasalnya, pangan asal hewan dapat menjadi pembawa mikroorganisme patogen penyakit hewan (Foodborne Zoonosis).

"Oleh karena itu, unsur kehati-hatian dalam membeli pangan asal hewan sangat dibutuhkan," ujar Denny.

Ia memberikan beberapa tips mengenai pola hidup sehat dan kiat belanja aman di tengah pandemi COVID-19. Salah satunya adalah dengan membawa tas belanja sendiri dari rumah sesuai dengan barang belanja yang akan dibeli.

"Jadi ada baiknya kita dari rumah sudah mempersiapkan dan membawa beberapa kantong belanja, memisahkan antara daging, buah, dan sayuran agar tidak terkontaminasi virus," jelasnya.

Selain itu, menurutnya juga perlu untuk menambahkan ice bag ke barang-barang seperti ikan, daging dan sejenisnya. Hal ini agar saaf sampai di rumah kondisinya masih dalam keadaan baik.

"Dengan kita membiasakan untuk melakukan ini, maka kita sedang berusaha untuk membentuk pola hidup yang higienis," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kemenkes, Siti Nadia mengatakan ada tiga hal yang harus diperhatikan menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha yang diprediksi jatuh pada 31 Juli 2020.

Tiga hal itu ialah, lanjut Siti, jangan menyembelih hewan sakit meski ringan, jangan mengkonsumsi hewan mati serta dilarang mengkonsumsi daging atau produk lainnya dari hewan sakit.

"Jika kita melakukan tiga hal ini, maka kita telah berperan dalam mencegah penularan zoonosis," tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga wajib selalu menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) dengan selalu mencuci tangan dengan sabun, mencuci bahan makanan sebelum diolah, biasakan memasak dengan benar dan jaga kebersihan di sekitar makanan.

Lalu, jika ada gejala sakit akibat makanan tercemar, disarankan segera datang ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat. "PHBS ini tidak hanya diterapkan pada pengolahan makanan. Kebiasaan baik tersebut juga harus dilakukan ketika berinteraksi dengan hewan peliharaan," tutur Siti Nadia.

TAGS : Ditjen PKH Bahaya Zoonosis Ketut Diarmita




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :