Minggu, 09/08/2020 01:27 WIB

Sandiwara Sastra, Podcast Kemdikbud Bertabur Artis Beken

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meluncurkan program siniar (podcast) Sandiwara Sastra, yang diisi oleh sederet artis papan atas Indonesia.

Peluncuran podcast Sandiwara Sastra (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meluncurkan program siniar (podcast) Sandiwara Sastra, yang diisi oleh sederet artis papan atas Indonesia.

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan, alih wahana sastra ke dalam bentuk sandiwara audio podcast tersebut dapat dinikmati mulai 8 Juli 2020 pukul 17.00 WIB, melalui podcast @budayakita dan nantinya juga akan disiarkan melalui Radio Republik Indonesia (RRI).

"Sandiwara Sastra bukan hanya menjadi sebuah karya seni dan inovasi. Lebih dari itu, ini adalah jalan untuk mengangkat literasi," kata Mendikbud saat meluncurkan podcast Sandiwara Sastra melalui konferensi video pada Senin (6/7).

"Saya mengajak seluruh pelajar dan mahasiswa kembali menghidupkan dan mengenal karya sastra terbaik Indonesia melalui Sandiwara Sastra," sambung Nadiem.

Kemudian, tak kurang dari 28 artis akan meramaikan podcast ini. Mereka adalah Adinia Wirasti, Ario Bayu, Arswendy Bening Swara, Asmara Abigail, Atiqah Hasiholan, Chelsea Islan, Chicco Jerikho, Christine Hakim, Eva Celia, Happy Salma, Iqbaal Ramadhan.

Juga, Jefri Nichol, Kevin Ardilova, Lukman Sardi, Lulu Tobing, Marsha Timothy, Mathias Muchus, Maudy Koesnaedi, Nicholas Saputra, Najwa Shihab, Nino Kayam, Oka Antara, Pevita Pearce, Reza Rahardia, Rio Dewanto, Tara Basro, Vino G. Bastian, dan Widi Mulia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid mengatakan program podcast ini merupakan salah satu strategi pemerintah untuk memantik minat masyarakat terhadap sastra, guna mengenal lebih mendalam mengenai budaya dan karakter manusia Indonesia.

"Kemendikbud juga ingin membangkitkan minat untuk menulis agar tercipta karyakarya sastra baru yang berkualitas. Bahkan, gerakan untuk menghidupkan kembali kecintaan terhadap sastra Indonesia di kalangan anak muda," jelas Hilmar.

Hilmar menyampaikan alasan Kemdikbud mengalih wahanakan karya sastra ke dalam format audio siniar dan siar. Menurut dia, di masa lalu sandiwara audio yang disiarkan lewat radio sangat populer. Namun kemudian memudar seiring keberadaan media audio visual dan media sosial.

"Tapi belakangan, dalam beberapa tahun terakhir, ada kebangkitan media audio seperti podcast. Kemdikbud berharap sandiwara sastra ini bisa turut mewarnai ruang media baru dan juga mengangkat kembali kejayaan sastra Indonesia," kata dia.

Sandiwara Sastra terwujud melalui kolaborasi Kemdikbud, Yayasan Titimangsa, dan KawanKawan Media. Alih wahana karya sastra ini diproduseri oleh aktor film dan teater Happy Salma dan produser film Yulia Evina Bhara.

Disutradarai oleh sutradara teater, aktor film, dan pendiri Teater Garasi Gunawan Maryanto, Sandiwara Sastra akan dilengkapi dengan tata musik dan suara yang akan membuat alih wahana karya sastra semakin dapat dipahami maknanya.

Sebagai tahap pertama dari seri Sandiwara Sastra, 10 karya sastra yang dapat dinikmati masyarakat adalah adaptasi dari novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari; novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq; cerita pendek (cerpen) Kemerdekaan karya Putu Wijaya; cerpen Menunggu Herman karya Dee Lestari; cerpen Berita dari Kebayoran karya Promoedya Ananta Toer; novel Lalita karya Ayu Utami; cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan karya Umar Kayam; cerpen Persekot karya Eka Kurniawan; novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana, dan novel Orang-orang Oetimu karya Felix K. Nesi.

TAGS : Sandiwara Sastra Kemdikbud Podcast




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :