Minggu, 27/09/2020 17:48 WIB

PM Singapura Sarankan Halimah Yacob Bubarkan Parlemen

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyarankan Presiden Singapura Halimah Yacob untuk membubarkan Parlemen, dan menerbitkan Writ of Election (Surat Perintah Pemilihan).

Halimah Yacob (foto: New York Times)

Singapura, Jurnas.com - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyarankan Presiden Singapura Halimah Yacob untuk membubarkan Parlemen, dan menerbitkan Writ of Election (Surat Perintah Pemilihan).

Dalam pidatonya di televisi pada Selasa (23/6), Lee mengatakan bahwa pemilihan sekarang akan menghapus semua masalah, dan memberi pemerintahan yang baru mandat lima tahun baru untuk fokus pada agenda nasional.

"Alternatifnya adalah menunggu pandemi Covid-19. Tetapi kami tidak memiliki jaminan bahwa pandemi akan berakhir sebelum masa pemerintahan ini harus berakhir pada April mendatang," ujar Lee dikutip dari Channel News Asia.

Sebelum memutuskan untuk melanjutkan pemilihan, Lee mengatakan dia harus yakin akan dua hal yakni pemilih dapat memilih dengan aman, dan partai politik dapat berkampanye secara efektif.

"Saya puas bahwa kedua hal ini dapat dilakukan," tegas dia.

Usai pidato Lee, Kantor Perdana Menteri (PMO) mengatakan Presiden Halimah telah membubarkan Parlemen, dan bahwa Hari Nominasi akan dilakukan pada 30 Juni mendatang.

"Hari Polling akan diumumkan oleh Returning Officer," kata PMO.

Departemen Pemilihan Umum (ELD) telah mengeluarkan langkah-langkah untuk memastikan orang dapat memilih dengan aman di tengah wabah Covid-19.

Langkah-langkah tersebut mencakup rentang waktu khusus bagi manula untuk memilih, mendirikan lebih banyak tempat pemungutan suara, dan meminta pemilih mengenakan sarung tangan sebelum memasuki tempat pemungutan suara.

Tidak ada kampanye fisik yang diizinkan oleh pemerintah. Siaran politik konstituensi akan disiarkan di Saluran 5 Mediacorp dengan masing-masing kandidat diberikan waktu tayang selama tiga menit, di samping dua siaran di 19 saluran TV dan radio.

Pun bagi partai politik yang ingin melakukan kampanye pintu ke pintu, harus membatasi kelompok mereka pada lima orang, dan juga harus mengambil tindakan pencegahan lain yang disarankan oleh otoritas kesehatan seperti memakai masker dan menghindari kontak fisik.

Seperti diketahui, Singapura mendeteksi kasus Covid-19 pertamanya pada Januari lalu. Sebagian besar infeksi awal adalah kasus impor, tetapi jumlah kasus yang ditularkan secara lokal tumbuh dan virus menyebar di antara pekerja migran.

Hingga Selasa siang, negara itu telah melaporkan 42.432 kasus Covid-19 dan 26 kematian.

Singapura memberlakukan periode "pemutus sirkuit" selama dua bulan untuk membendung penularan virus. Negara itu juga telah mengucurkan empat kali anggaran, memanfaatkan dana cadangan, dan menyuntikkan hampir S$ 100 miliar ke dalam perekonomian.

"Setelah berusaha keras, kami sekarang dalam posisi stabil," kata Lee. "Kami dengan hati-hati memulai kembali kegiatan sosial dan secara progresif menghidupkan kembali perekonomian kita," imbuh dia.

TAGS : PM Singapura Lee Hsien Loong Halimah Yacob




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :