Sabtu, 06/03/2021 15:59 WIB

Bandel Disuruh Jaga Jarak? Mungkin Anda Psikopat

Penelitian yang diterbitkan oleh Social Psychological and Personality Science tersebut memaparkan bahwa orang psikopat lebih senang membuat orang lain berisiko terpapar virus tersebut.

Ilustrasi seorang psikopat (foto:google)

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang dengan kepribadian psikopati cenderung melanggar kepatuhan jaga jarak fisik (physical distancing) di tengah pandemi Covid-19.

Penelitian yang diterbitkan oleh Social Psychological and Personality Science tersebut memaparkan bahwa orang psikopat lebih senang membuat orang lain berisiko terpapar virus tersebut.

"Ciri-ciri gelap (terutama psikopat, kejam, dan disinhibisi) meramalkan dukungan rendah terhadap perilaku kesehatan dan niat untuk secara sengaja membuat orang lain berisiko," tulis Pavel Blagov, penulis studi tersebut dalam laporannya.

Blagov mencatat bahwa sifat-sifat kepribadian seseorang dapat membantu secara luas memprediksi perilaku mereka terhadap pesan kesehatan masyarakat, dan tindakan mereka selama pandemi.

"Psikopati dan sampai batas tertentu, narsisme dan Machiavellianisme, memprediksi tidak hanya kecenderungan antisosial (termasuk agresi dan kekerasan), tetapi juga berbagai perilaku dan hasil kesehatan," tulis dia dikutip dari Al-Arabiya pada Selasa (9/6).

Psikopati dapat dipahami sebagai serangkaian karakteristik yang berputar di sekitar kurangnya empati, dan dapat mencakup karakteristik lain, seperti egosentrisitas, penipuan, dan manipulativeness, tulis Blagov.

Ciri-ciri kepribadian ini dapat menyebabkan mereka yang disebut "sifat gelap" untuk secara sukarela menolak atau bertindak menentang pesan kesehatan masyarakat, dan dengan sengaja membahayakan orang lain.

Studi daring dilakukan dengan 502 responden yang mengisi kuesioner antara 20-23 Maret 2020 tentang bagaimana mereka mematuhi langkah-langkah yang dimaksudkan untuk membatasi penyebaran virus corona.

Peneliti juga bertanya bagaimana mereka akan bertindak jika mereka terinfeksi, dan menilai kepribadian responden.

"Dalam analisis terencana dan eksplorasi, kekejaman dan disinhibisi (dan psikopati keseluruhan) serta Machiavellianisme (sedikit banyak) meramalkan niat yang lebih rendah untuk jarak sosial dan kebersihan. Bersama dengan keberanian, sifat-sifat psikopati meramalkan dukungan perilaku berisiko dan berani (ketika peserta diminta membayangkan menjadi pembawa penyakit)," kata laporan itu.

"Makna dan disinhibisi (dan psikopati keseluruhan, tetapi bukan keberanian) memperkirakan dukungan perilaku yang menempatkan orang lain pada risiko infeksi (secara sadar, dan mungkin dengan sengaja). Ini menguatkan hubungan antara psikopati dan perilaku sehari-hari yang tidak etis," imbuh laporan tersebut.

TAGS : Psikopat Penelitian Covid-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :