Kamis, 03/12/2020 02:08 WIB

Ini Alasan Kemdikbud Tak Geser Tahun Ajaran Baru ke Januari

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tetap akan memulai tahun ajaran baru pada 13 Juli mendatang.

Siswa SD (Foto : Istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tetap akan memulai tahun ajaran baru pada 13 Juli mendatang.

Kendati demikian, Kemdikbud menegaskan bahwa dimulainya tahun ajaran baru ini bukan berarti akan dibukanya kembali sekolah atau kegiatan belajar mengajar tatap muka.

"13 Juli adalah tahun pelajaran baru, tetapi bukan berarti kegiatan belajar mengajar tatap muka. Metode belajar akan tergantung perkembangan kondisi daerah masing-masing," jelas Plt Direktur Jenderal PAUD Dasmen Kemdikbud, Hamid Muhammad beberapa waktu lalu.

Hamid menjelaskan alasan pihaknya tidak menggeser tahun ajaran baru ke Januari 2021, karena kalender pendidikan Indonesia sudah menetapkan bahwa tahun ajaran baru berakhir Juni dan dimulai kembali pada minggu ketiga Juli.

"Dengan dimulainya PPDB (penerimaan peserta didik baru) ini sebenarnya sudah jelas bahwa kami tidak memundurkan kalender pendidikan ke Januari. Kenapa tidak memundurkan? Karena kalau memundurkan maka akan ada konsekuensi yang harus kita sinkronkan," ujar dia.

Konsekuensi pertama ialah peserta didik tingkat SMA dan SMP yang sudah dinyatakan lulus. Kedua, pertimbangan perguruan tinggi yang sudah melakukan seleksi masuk.

"Kelulusan siswa SMA dan SMP sudah diumumkan, sebentar lagi akan diumumkan untuk kelulusan siswa SD. Artinya kalau sudah lulus kemudian diperpanjang, anak yang lulus ini mau dikemanakan? Termasuk juga perguruan tinggi juga sudah melakukan seleksi," kata Hamid.

Senada dengan Hamid, Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud, Chatarina Muliana Girsang mengakui bahwa terdapat sejumlah daerah yang tidak siap dengan PPDB daring.

Dengan demikian, daerah-daerah tersebut tetap akan menggelar PPDB secara luring, namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Dalam pelaksanaan PPDB jika tidak dapat menghindari pertemuan langsung maka untuk metode luring harus memperhatikan protokol kesehatan seperti penyediaan masker dan hand sanitizer, menjaga jarak, dan tidak melakukan kerumunan," tegas Chatarina.

"Oleh karena itu dalam metode luring kami harapkan kesiapan pemerintah daerah untuk jauh-jauh hari menyampaikan pelaksanaan PPDB nya secara luring sehingga dapat membagi waktu pendaftaran agar tidak terjadi kerumunan yang akan menyulitkan pendaftar untuk menjaga jarak," imbuh dia.

TAGS : Tahun Ajaran Baru Kemdikbud Hamid Muhammad




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :