Minggu, 06/12/2020 05:00 WIB

Tips Mengatur Keuangan Selama PSBB

Kebutuhan bahan pokok yang mahal, ditambah pemasukan yang tidak menentu membuat kita harus ekstra hati-hati dalam mengeluarkan uang.

Ilustrasi Uang

Jakarta, Jurnas.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah untuk menanggulangi penyebaran virus corona baru (COVID-19) bisa dibilang berdampak besar pada finansial kita.

Kebutuhan bahan pokok yang mahal, ditambah pemasukan yang tidak menentu membuat kita harus ekstra hati-hati dalam mengeluarkan uang. Kita juga tidak boleh sembarangan jajan. Berikut ini beberapa tips mengatur finansial selama PSBB;

Ketahui kondisi finansial kamu sekarang ini

Banyak dari kita yang tidak menyadari keadaan kondisi keuangan kita sendiri. Penting untuk kita ketahui, bagaimana situasi COVID-19 ini mengubah kondisi finansial kita.

Kekagetan akan kasus COVID-19 di Maret 2020 kemarin, ternyata membuat tagihan membengkak karena membeli hand sanitizer dan perlengkapan menjaga daya tahan tubuh. Tiba-tiba juga kita menjadi khawatir dan melakukan aksi belanja berlebihan.

Coba cek apakah sekarang ini kehidupan finansial kamu lebih besar pasak daripada tiang? Kamu harus tahu bagaimana kondisi keuangan kamu tiga bulan ke depan. Apakah sumber pendapatan kamu masih stabil dan aman? Berapa jumlah tabungan dan cicilan? Jujur dengan diri kamu, seberapa sehatkah kondisi keuangan kamu?

Dengan mengetahui kondisi keuangan secara nyata, kamu akan terbantu untuk membuat alokasi keuangan. Mendisiplinkan diri kamu mengontrol pengeluaran dan lebih kreatif dalam mengatur keuangan. Bisa juga kamu merelokasikan anggaran dana untuk bukber atau berbelanja untuk hal yang lebih bermanfaat.

Mulai dengan membuat budget bulanan

Mengatur budget berarti kita mengatur gaya hidup kita. Mulailah dengan membuat daftar pengeluaran rutin. Alokasikan pengeluaran kamu menjadi tiga kategori. Yang pertama, adalah kebutuhan utama seperti makanan dan pengeluaran rumah tangga (listrik, gas, air, paket internet). Kemudian, alokasikan 5-10% untuk dana darurat.

Tabungan, deposito, emas, dan Reksa Dana Pasar Uang adalah pilihan instrumen keuangan yang memenuhi cocok untuk menyimpan dana darurat karena mudah di akses, cukup likuid dan aman.

Kebutuhan kedua seperti kebutuhan pelengkap sebesar 5%, seperti jajan takjil, kopi atau delivery makanan. Kebutuhan ketiga yang bersifat hiburan seperti berbelanja baju, gadget dan perintilannya dialokasikan sebesar 5%.

Dengan membuat budget akan membantumu dalam menentukan mana yang harus diprioritaskan. Jika kebutuhan utama telah terpenuhi, barulah kita boleh jajan ataupun berbelanja. Usahakan agar ketiga kebutuhan ini tidak melampaui dari 30% total pengeluaran bulanan.

Ingat! Belanja hanya jika kamu mampu dan tidak berhutang. Batasi anggaran belanja makanan untuk sahur dan berbuka. Sesuai sunnah, makan dan minumlah secara cukup. Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk bernapas.

Aktif mencatat jumlah pengeluaran kamu

Diperlukan disiplin dan pengawasan dari diri sendiri untuk rajin mencatat pengeluaran. Dengan menulis catatan pengeluaran harian akan membantu kamu memonitor berapa uang yang telah kamu habiskan dan berapa sisa jatah budget. Make sure you keep your budget on track. Jadwalkan waktu khusus, satu kali dalam seminggu untuk bisa mereview semua pengeluaranmu.

Boleh loh untuk memberi diri kamu reward jika ternyata kamu sukses meminimalisir pengeluaran. Semoga cara ini bisa memotivasi kamu untuk lebih banyak menabung dan berpikir ulang jika memang ingin berbelanja.

TAGS : Virus Corona Mengatur Keuangan Kebijakan PSBB




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :