Jum'at, 27/11/2020 01:13 WIB

Ilmuwan Latih Anjing agar Bisa Mengendus Covid-19

Para peneliti di London School of Hygiene dan Tropical Medicine akan melakukan fase pertama percobaan, bekerja sama dengan Universitas Durham dan Anjing Deteksi Medis amal.

Ilustrasi Anjing

London, Jurnas.com - Sekelompok ilmuwan di London, Inggris sedang mencoba melatih anjing supaya bisa mengendus virus corona baru (Covid-19), dengan dana penelitian total 500 ribu pounds.

Dikutip dari The Guardian pada Senin (18/5), upaya ini berupaya mengulang kesuksesan sebelumnya, di mana anjing dapat mendeteksi bau kanker tertentu, malaria, dan penyakit parkinson.

Para peneliti di London School of Hygiene dan Tropical Medicine akan melakukan fase pertama percobaan, bekerja sama dengan Universitas Durham dan Anjing Deteksi Medis amal.

Tahap awal penelitian akan melihat sampel bau dikumpulkan dari pasien Covid-19 di rumah sakit London. Enam anjing spesialis kemudian akan menjalani pelatihan untuk mengidentifikasi virus dari sampel.

Menteri Inovasi Inggris, Lord Bethell mengatakan bahwa pemerintah percaya anjing-anjing itu "mungkin memberikan hasil yang cepat sebagai bagian dari strategi pengujian kami yang lebih luas".

Sementara Kepala Departemen Pengendalian Penyakit London School of Hygiene dan Tropical Medicine, Prof James Logan mengatakan, "Pekerjaan kami sebelumnya telah menunjukkan bahwa malaria memiliki bau yang khas, dan, dengan Anjing Deteksi Medis, kami berhasil anjing terlatih untuk secara akurat mendeteksi malaria."

"Anjing ini dikombinasikan dengan pengetahuan bahwa penyakit pernapasan dapat mengubah bau tubuh, membuat kita berharap bahwa anjing juga dapat mendeteksi Covid-19. Jika berhasil, pendekatan ini dapat merevolusi cara kami mendeteksi virus, dengan potensi untuk menyaring jumlah orang yang tinggi," lanjut dia.

Penelitian yang dikumpulkan oleh Medical Detection Dogs menyebut bahwa masing-masing anjing dapat menyaring hingga 250 orang per jam, dan dapat dilatih untuk mendeteksi bau penyakit pada pengenceran setara dengan satu sendok teh gula di dua kolam air berukuran Olimpiade.

Sebelumnya, penderita diabetes sudah dapat dideteksi oleh anjing dengan mengendus kadar gula darah sangat tinggi atau rendah. Bahkan badan amal Hypo Hounds melatih anjing untuk mencium perubahan tanda pada napas pemiliknya atau dalam keringat mereka. Hewan peliharaan dapat mendeteksi masalah lebih awal dari monitor glukosa.

Pada tahun 2018, para peneliti memberikan bukti bahwa anjing dapat mengetahui dari mengendus kaus kaki seseorang apakah mereka menderita malaria.

TAGS : Penelitian Covid-19 Anjing Pelacak




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :