Selasa, 27/10/2020 01:35 WIB

Studi: Covid-19 Mampu Bertahan di Udara selama Delapan Menit

Dalam penelitian, ilmuwan menggunakan selembar sinar laser yang intens untuk memvisualisasikan droplet dari seseorang yang bicara keras-keras di dalam ruangan.

Ilustrasi virus corona (Foto: Lizabeth Menzies/AFP)

New York, Jurnas.com - Ilmuwan National Institutes of Health Amerika Serikat Serikat menemukan bahwa virus corona baru (Covid-19), mampu bertahan di udara dalam ruangan sempit selama delapan menit.

Dalam penelitian, ilmuwan menggunakan selembar sinar laser yang intens untuk memvisualisasikan droplet dari seseorang yang bicara keras-keras di dalam ruangan.

Peneliti meminta sukarelawan mengulangi frase "keep health" (tetap sehat) selama 25 detik. Ungkapan itu dipilih karena bunyi `th` dalam kata `health` ditemukan sebagai penghasil tetesan cairan mulut yang efisien.

Mereka menemukan bahwa ucapan keras dapat memancarkan ribuan tetesan cairan oral per detik.

"Dalam lingkungan udara yang tertutup dan stagnan, virus baru menghilang dari jendela pandang dengan konstanta waktu dalam kisaran 8 hingga 14 menit," demikian isi penelitian yang diterbitkan oleh Prosiding National Academy of Sciences (PNAS).

"Pengamatan ini mengkonfirmasi bahwa ada kemungkinan besar bahwa berbicara normal menyebabkan penularan virus melalui udara di lingkungan terbatas," imbuh para peneliti.

Studi penelitian baru ini penting untuk menjawab pertanyaan apakah pasien terinfeksi Covid-19 dapat menularkan virus melalui percakapan.

Sementara menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Covid-19 menyebar melalui tetesan air liur atau keluar dari hidung ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

TAGS : Penelitian Covid-19 Virus Corona Penularan Udara Airbone




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :