Jum'at, 30/10/2020 20:10 WIB

Terbukti Dikhianati, Iran Ogah Negosiasi Lagi dengan AS

Washington membalikkan punggungnya pada beberapa perjanjian internasional di bawah pemerintahannya saat ini yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump. 

Menteri Luar negeri Iran Mohammad Javad Zarif

Teheran, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS), mengingatkan Washington terbukti sebagai mitra negosiasi yang tidak dapat dipercaya.

"AS membuktikan bahwa seseorang tidak dapat mengandalkan hasil pembicaraan dengan mereka," kata Zarif kepada kantor berita Republik Islam Iran Broadcasting, IRIB News.

"Hampir seluruh dunia sampai pada kesimpulan ini bahwa jika harus mencari negosiasi dengan AS, Washington dapat mengabaikan (berikutnya) perjanjian kapan saja," sambungnya.

Washington membalikkan punggungnya pada beberapa perjanjian internasional di bawah pemerintahannya saat ini yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump. Kesepakatan yang ditinggalkan termasuk perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia.

Washington keluar dari kesepakatan bersejarah pada Mei 2018 dan mulai memperkuat sanksi yang telah dicabutnya. Kedua langkah itu menentang resolusi Dewan Keamanan PBB yang telah menyetujui perjanjian, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Washington  menolak untuk meringankan larangan tersebut meskipun ada seruan internasional untuk mengurangi pembatasan karena seluruh dunia sedang sibuk memerangi pandemi virus corona baru.

Meskipun bukan lagi mitra JCPOA, AS juga sudah menyatakan tekad untuk mendorong perpanjangan embargo senjata PBB terhadap Republik Islam yang akan berakhir berdasarkan kesepakatan pada Oktober.

Zarif mengatakan pemerintah AS saat ini lebih baik memperbaiki sikapnya daripada mengajukan alasan. (Press TV)

TAGS : Sanksi Amerika Serikat Mohammad Javad Zarif Kesepakatan Nuklir




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :