Kamis, 28/01/2021 15:37 WIB

India Pulangkan Jutaan Warga yang Terdampar COVID-19

COVID-19 yang pertama kali muncul di Wuhan, China pada akhir tahun lalu itu sudah menginfeksi lebih dari 46.000 orang di seluruh India, dan menewaskan hampir 1.600.

Seorang pelancong yang datang dari Nepal membaca spanduk yang dipasang oleh petugas kesehatan India terlihat selama kamp informasi virus corona di perbatasan India-Nepal, sekitar 32 km dari Siliguri pada 26 Januari 2020. (Foto: AFP)

New Delhi, Jurnas.com - Pemerintah India akan mengerahkan jet komersial, pesawat angkut militer dan kapal perang angkatan laut untuk membawa kembali jutaan warga India yang terdampar akibat karantina sosial yang diberlakukan di beberapa negara.

Angkatan Laut India mengatakan, sudah menyiapkan sekitar 30 pesawat. Gelombang pertama dari perjalanan itu diperkirakan akan mengangkut sekitar 1,8 juta warga India dari luar negeri.

Setidaknya empat Kapal Angkatan Laut India sudah berlayar pada Selasa (5/5), tiga ke wilayah Teluk Persia dan satu lagi ke Maladewa, yang akan membawa kembali warga India yang terdampar.

Menteri Penerbangan Sipil India, Hardeep Singh Puri mengatakan kepada wartawan dalam briefing daring bahwa Air India akan mengoperasikan 64 penerbangan pada minggu pertama. Maskapai penerbangan swasta juga diperkirakan akan dioperasikan.

Air India juga akan mengoperasikan penerbangan komersial khusus yang tidak dijadwalkan dari London Heathrow mulai 7 Mei.

Pemerintah India mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin (4/5) bahwa warga India yang ingin pulang kampung harus membayar biaya perjalanan masing-masing per orang.

Mereka yang datang dari Amerika Serikat (AS) akan dikenai biaya lebih dari USD1.300 per orang sementara tiket dari London akan menelan biaya lebih dari 500 pound.

Sumber-sumber pemerintah New Delhi mengatakan, semua penumpang akan diperiksa dan dikarantina selama 14 hari sebelum harus melalui tes virus. Mereka juga harus membayar biaya karantinanya sendiri.

Dalam beberapa minggu terakhir, misi diplomatik India di seluruh dunia sudah mendat warganya yang ingin kembali karena kehilangan pekerjaan selama pandemi viru corona baru (COVID-19).

Di Uni Emirat Arab (UEA) saja, hampir 200.000 orang India telah mengajukan permohonan untuk kembali, menurut sebuah pernyataan yang di-tweet oleh Konsulat Jenderal India di Dubai.

Rencana untuk mengevakuasi warga mengikuti langkah India untuk meringankan sebagian pembatasan pergerakan di banyak bagian negara dengan populasi terpadat kedua di dunia setelah 40 hari pesanan tinggal di rumah yang ketat.

Jutaan orang India terjebak di seluruh dunia, dari negara-negara Teluk Persia ke Eropa dan AS, setelah Perdana Menteri Narendra Modi memberlakukan karantina sosial pada 25 Maret untuk memotong mata rantai penyebaran virus tersebut.

COVID-19 yang pertama kali muncul di Wuhan, China pada akhir tahun lalu itu sudah menginfeksi lebih dari 46.000 orang di seluruh India, dan menewaskan hampir 1.600. (Press TV)

TAGS : Virus Corona Karantina Sosial Warga India Terdampar




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :