Senin, 08/03/2021 15:48 WIB

Gubernur Koster Minta Penambahan Fasilitas Uji SWAB di Bali

Gubernur Bali, Wayan Koster meminta pemerintah pusat merealisasikan penambahan fasilitas uji SWAB di Provinsi Bali. Mengingat, peningkatan jumlah sampel dan mempersingkat waktu.

Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi Sekda Pemprov Bali Dewa Made Indra

Bali, Jurnas.com - Gubernur Bali, Wayan Koster meminta pemerintah pusat merealisasikan penambahan fasilitas uji SWAB di Provinsi Bali. Mengingat, peningkatan jumlah sampel dan mempersingkat waktu.

Hal itu disampaikan Wayan Koster saat mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan covid-19 bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional lewat video conference dari Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Minggu (3/5).

Saat ini, kata Koster, pemerintah Provinsi Bali juga sedang menyiapkan tambahan fasilitas untuk uji SWAB di RS PTN Universitas Udayana dan Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa, selain di RS Sanglah.

"Perlengkapannya sebagian besar sudah tersedia, dan kami mohonkan untuk melengkapi peralatan tersebtu lewat surat yang telah kami sampaikan. Kami mohon fasilitasinya kepada Kementrian Kesehatan agar permintaan ini bisa direalisasikan. Ini penting karena penambahan fasilitas uji SWAB di dua tempat tersebut akan meningkatkan jumlah sampel yang bisa diuji sekaligus mempersingkat waktunya," kata Koster.

Dalam kesempatan itu, Koster melaporkan terkait pemberitaan yang cukup ‘heboh’ di satu desa di Kabupaten Bangli yang dilaporkan terdapat 443 orang yang positif setelah di-rapid test. Namun, setelah di-rapid test ulang dan dilanjutkan dengan tes SWAB, hasilnya 275 hasilnya negatif. Tinggal 139 orang menunggu hasil tes SWAB-nya.

"Mudah-mudahan semuanya negatif. Untuk itu saya mohonkan semua media yang memberitakan hal tersebut, bisa merevisi beritanya bahwa hasil tes SWAB-nya negatif," terang Koster.

Saat ini, lanjut Koster, pemerintahan provinsi Bali sedang konsen di tiga Kabupaten, yakni di Bangli, Karangasem dan Buleleng karena ada penambahan transmisi lokal lewat para PMI.

"Pergerakan masyarakat di Bali, jika melihat di desa-desa adat karena aturannya sangat ketat pergerakannya tidak sampai 10 persen. Hanya di kota Denpasar yang agak ramai, namun kami terus perketat agar pergerakannya semakin menurun," demikian Koster.

TAGS : Info Bali Gubernur Bali Wayan Koster




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :