Selasa, 27/10/2020 07:21 WIB

Tiga Menteri Memberi Paparan dalam Musrenbangnas Virtual

Musrenbangnas dibuka secara resmi oleh Bapak Presiden pada tanggal 30 April 2020

Musrenbangnas dibuka secara resmi oleh Bapak Presiden pada 30 April 2020

Jakarta, Jurnas.com - Tiga menteri memberi pemaparan secara virtual atau video conference dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Tiga menteri itu adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa; Mendagri Tito Karnavian, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ada juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

Dalam video conference itu, Suharso Monoarfa mengatakan, Musrenbangnas merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dimana dalam UU itu disebutkan bahwa Kementerian PPN/Bappenas akan menyelenggarakan Musrenbangnas 2020.

Kata Suharso, Musrenbangnas 2020 bertujuan untuk melakukan sinkronisasi dan penajaman program atau kegiatan prioritas nasional dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021.

Adapun tema RKP 2021 adalah Mempercepat Pemulihan Ketahanan Ekonomi dan Kehidupan Masyarakat dengan Fokus Pemulihan lndustri, Pariwisata, danlnvestasi, serta Penguatan Sistem Kesehatan Nasional.

"Musrenbangnas dibuka secara resmi oleh Bapak Presiden pada tanggal 30 April 2020, " kata Suharso.

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan paparannya tentang Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah dalam MendukungPrioritas Nasional Tahun 2021", selama enam menit.

Ia juga menyampaikan lima visi misi Presiden Jokowi yang menjadi fokus pembangunan Indonesia dalam 5 tahun kedepan. Lima visi itu mulai dari pembangunan sumber daya manusia, dimana fokusnya pada pendidikan dan kesehatan.

Kemudian melanjutkan pembangunan infrastruktur, melaksnakan perbaikan regulasi dan penyederhanaan regulasi, terutama yang berkaitan dengan masalah membuka iklim investasi. Berikutnya, mentrasformasi ekonomi dari yang berbasis sumber daya alam ke manufaktur dan jasa modern.

Tapi, kata Mendagri, semua program-program yang direncanakan dan dipecah dalam rencana kerja pemerintah tahunan dan kemudian menjadi patokan bagi pemerintah daerah untuk menyusun rencana kerja pemerintah daerah per tahun terkendala karena adanya wabah Covid-19.

"Semua itu berubah atau terkendala dengan adanya fenomena dunia yang tidak diprediksi sebelumnya yakni krisis yang dipicu oleh Covid-19," ujarnya.

Menurut Tito, pandemik Covid-19 merupakan krisis kesehatan yang berimbas kepada banyak sektor, mulai dari sektor keuangan finansial, ekonomi, bahkan sosial.

"Kita melihat bahwa pandemik Covid-19 ini adalah pandemik terluas dalam sejarah umat manusia, 213 negara per hari ini sudah terpapar , belum pernah ada pandemik yang merambah sampai 213 negara, hampir semua negara di dunia," katanya.

Tito juga memaparkan, daerah-daerah di Indonesia mengalami dua pukulan sekaligus akibat pandemik Covid-19. Pertama di bidang keuangan dimana transfer pusat akan berkurang karena pendapatan pusat juga berkurang karena mandeknya berbagai sektor, salah satunya sektor pariwisata dan lainnya. Pukulan kedua, pendapatan asli daerah juga akan berkurang.

"Saya melihat bahwa kita ahrus mengambil langkah di yengah ketidakpastian. Membuat perencanaan di tengah suasana yang tidak pasti. Kita berharap tentunya krisis Covid-19 ini segera berakhir," ujarnya.

Tito kembali mengingatkan tentang pentingnya disiplin menerapkan physical distancing dan menjaga kesehatan serta kebersihan. Menurutnya, setiap orang wajib pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun atau menyemprot desinfektan serta sangat penting untuk menjaga agar jangan sampai ada kerumunan sosial. Dengan begitu,mata rantai penyebaran virus bisa diputus.

Selain berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Tito juga menyebut dua skenario yang disiapkan jika pandemik Covid-19 ini berlanjut.

Skenario pertama, kata Tito, jika Covid-19 ini masih berlanjut maka fokus tetap pada penanganan Covid-19, mulai dari mencegah penyebarannya, memperkuat sistem kekebalan tubuh warga, memperkuat kapasitas dan sistem kesehatan, ketahanan pangan, pengembangan industri alat kesehatan dan juga mendukung jaring pengaman sosial lewat bantuan-bantuan sosial kepada warga yang sulit.

"Kita juga menjaga agar dunia usaha tetap bisa hidup. Ekonomi tetap berjalan meskipun lamban dibandingkan sebelumnya. Intinya ekonomi jangan sampai mati sema sekali," jelas Tito.

Skenario kedua, lanjut Tito, jika Covid-19 ini masih tetap berlangsung sampai tahun 2021. Maka yang harus diprioritaskan adalah program-program yang mendesak, utamanya bagi skala nasional. Strategis sifatnya dan kemudian program yang mendesak untuk tingkat kewilayahan atau daerah itu sendiri yang tidak bisa ditunda.

"Itulah saya kira dua program penting bila skenarionya adalah Covid-19 di tahun 2021 masih berlanjut. Mudah-mudahan Tuhan baik dengan kita dan saya yakin Tuhan baik. Tahun 2020 selesai kriss ini maka di tahun 2021 kita harus fokus pada pemulihan, terutama pemulihan ekonomi, pemulihan sektor-sektor yang dapat memajukan kesejahteraan rakyat," tuturnya.

Kata Tito, visi misi Presiden Jokowi juga akan tetap dilanjutkan dengan kembali pada pembanguan SDM, kesehatan dan pendidikan. Juga melanjutkan pembangunan infrastruktur, jalan, bandara, dermaga, terminal dan lain-lain untuk konektivitas. Mempercepat laju pembangunan. Memotong regulasi-regulasi yang tidak penting yang kemudian disederhanakan.

"Kemudian kita mulai juga berpikir agar sumber daya alam kita memiliki “value added” nilai tambah dengan membuka sektor manufaktur dan juga kemajuan teknologi informasi, mengembangkan jasa modern, star up- star up yang jadi unicorn, dan lain-lain, dunia baru lapangan kerja yang perlu untuk diraih oleh pemuda-pemuda Indonesia," pungkas Tito.

TAGS : Musrenbangnas Suharso Monoarfa Tito Karnavian Sri Mulyani




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :