Rabu, 12/08/2020 10:56 WIB

SDM Unggul dan Inovatif Kunci Keberhasilan Usaha Sektor Pertanain

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik pada 2019, komposisi usia produktif penduduk Indonesia sebesar 68,7%. Menurut Wayan, ini adalah bonus keuntungan demografi.

Wayan Supadno mengikuti seminar Meraup Untung Bisnis Pangan Petani Milenial di Tengah Pandemi COVID-19 via zoom cloud meeting pada Rabu, (22/4)

Jakarta, Jurnas.com - Wabah pandemi virus corona (COVID-19) yang masih mengancam kehidupan tidak serta merta ditanggapi pesimis oleh sebagian orang, Wayan Supadno salah satunya.

Pria yang yang biasa disapa ‘Pak Tani’ ini mengungkapkan pada seminar “Meraup Untung Bisnis Pangan Petani Milenial di Tengah Pandemi COVID-19” via zoom cloud meeting pada Rabu, (22/4) justru ada hikmah dibalik COVID-19 terhadap peluang usaha sektor pangan.

Menurut Wayan, Indonesia adalah negara agraris terbesar kedua setelah Brazil. Keyakinan ini juga didasarkan pada fakta, Indonesia adalah negara dengan sarjana pertanian terbesar di dunia.

"Jadi banyak peluang yang bisa dimanfaatkan terlebih saat masa pandemi," tegas Wayan.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik pada 2019, komposisi usia produktif penduduk Indonesia sebesar 68,7%. Menurut Wayan, ini adalah bonus keuntungan demografi.

"Fakta kedua usia produktif diidentikan kekuatan, tingginya produktifitas sehingga berdampak pada tingginya penghasilan, serta keterjaminan kesejahteraan," katanya.

Indonesia adalah produsen beras terbesar ketiga di dunia setelah RRC dan India. Kondisi ini menandakan bahwa usaha sektor agribisnis menjamin ketersediaan bahan baku dan kontinuitas produksi.

"Bahkan bukan hanya karena datangnya pandemi COVID-19 usaha sektor pangan memiliki peluang, namun Kebutuhan pangan juga akan naik tajam seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia," katanya.

Menurutnya, meski dalam usaha sektor agribisnis ada kendala dan permasalahan yang pelik seperti hasil produksi yang tidak kompetitif dibanding barang impor, sehingga berakibat pada tingginya harga pokok produksi (HPP), namun problematika pelik ini ada solusi jitunya.

"Membangun SDM unggul petani inovatif, industriawan agro berjiwa wirausaha, sedangkan solusi lain adalah membenahi iklim usaha, mempercepat pembangunan, dan stumulus bagi pengembang lahan pertanian,"  ujar Wayan.

Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pertanian yang maju, mandiri, dan modern juga harus didukung oleh SDM yang maju mandiri, modern juga. Sehingga semuanya harus mau meningkatkan kemampuan dan kompetensinya di sektor pertanian.

Dedi Nursyamsi, juga menambahkan di masa pandemi COVID-19 pertanian tidak tidak boleh berhenti, sebab semuanya butuh pangan. "Mengumpamakan seandainya besok mau kiamat, maka hari ini petani tetap harus menanam, tetap panen, dan tetap mengolah tanah," ucap Dedi.

TAGS : SDM Unggul Usaha Sektor Pertanain Wayan Supadno




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :