Kamis, 04/03/2021 13:44 WIB

Hamas Tak Bersusah Payah Perangi COVID-19 di Jalur Gaza

Menurut angka resmi dari Kementerian Kesehatan Palestina pada Minggu (19/4), sebanyak 431 orang yang dinyatakan positif COVID-19 dan dua lainnya meninggal.

Seorang anak laki-laki duduk di kursi dengan bendera Palestina menyaksikan pihak berwenang Israel menghancurkan bangunan sekolah di desa Yatta, selatan kota Hebron, Tepi Barat. (Foto: AFP).

Yerusalem, Jurnas.com - Hamas mengatakan gerakan perlawanan Palestina melakukan upaya keras di semua tingkat untuk membantu Jalur Gaza yang terkepung dalam membendung penyebaran virus corona (COVID-19).

Demikian kata Anggota Biro Politik Hamas, Khalil al-Hayya dalam wawancara yang dipublikasikan di situs resmi gerakan itu pada Minggu (19/4) waktu setempat,

Hayya mengatakan, pertemuan antara Hamas dan perwakilan pemerintah secara teratur terus dilakukan untuk mengambil langkah-langkah paling efektif melawan pandemi.

Menguraikan peran yang dimainkan dalam memerangi COVID-19, Hayya mencatat bahwa gerakan perlawan Palestina mencurahkan sumber daya keuangannya untuk memenangkan pertempuran melawan penyakit yang sangat menular tersebut.

"Hamas mendirikan rumah sakit lapangan 1.000 kamar di Jalur Gaza, dan membeli 30 respirator dan menyerahkannya kepada pemerintah pekan lalu," kata Hayya.

"Di tingkat internal, kami di Hamas telah mematuhi instruksi terkait virus corona pemerintah dan menghentikan sebagian besar kegiatan, sesi, dan pertemuan kami," katanya.

COVID-19, yang ditularkan dari satwa liar ke orang-orang di kota Wuhan China akhir tahun lalu itu sudah mempengaruhi 210 negara dan wilayah di seluruh dunia dan sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 2.386.000 orang dan menewaskan lebih dari 164.000.

Menurut angka resmi dari Kementerian Kesehatan Palestina pada Minggu (19/4), sebanyak 431 orang yang dinyatakan positif COVID-19 dan dua lainnya meninggal.

Disebutkan bahwa lebih dari puluhan orang yang terinfeksi virus corona berada di Jalur Gaza, rumah bagi hampir dua juta orang, dan sisanya berada di Tepi Barat yang diduduki.

Hayya juga mengatakan, Hamas sudah menghubungi sejumlah mediator dan meminta mereka untuk menekan otoritas rezim Israel agar mengizinkan pasokan medis yang sangat penting dalam perang melawan COVID-19 ke Jalur Gaza.

Ia menekankan bahwa Tel Aviv berkewajiban menyediakan pasokan kesehatan yang dibutuhkan warga Gaza untuk memerangi pandemi.

Daerah kantong miskin itu, di bawah blokade darat, udara, dan laut yang diberlakukan ketat Israel sejak 2007, menghadapi situasi kesehatan yang mengkhawatirkan. Laboratorium medis pusatnya mengumumkan awal bulan ini kehabisan persediaan untuk melakukan tes COVID-19.

Situasi pasti akan menunda prosedur yang diperlukan untuk mengakhiri isolasi ratusan orang yang dikarantina yang telah memberikan sampel untuk pengujian.

Berbagai kelompok hak asasi manusia dan organisasi memohon komunitas global dan organisasi internasional yang berbeda untuk menekan Tel Aviv untuk mencabut pengepungan dan memungkinkan donor internasional untuk menyediakan Gaza dengan pasokan medis yang diperlukan. (Press TV) 

TAGS : Palestina Gerakan Perlawanan Virus Corona Pandemi Global Khalil al-Hayya Jalur Gaza




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :