Selasa, 27/10/2020 01:14 WIB

Presiden Lukashenko: Warga Kami Tidak akan Meninggal karena Corona

Belarus menjaga perbatasannya tetap terbuka dan bahkan mengizinkan pertandingan sepak bola di liga nasional dimainkan di depan para penonton.

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengambil bagian dalam pertandingan hoki es setelah pertemuan dengan rekannya dari Rusia Vladimir Putin di Sochi, Rusia, 7 Februari 2020. (Reuters)

Minsk, Jurnas.com - Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko mengatakan, tidak akan ada warganya yang akan meninggal karena virus corona di dan mengesampingkan perlunya tindakan karantina wilayah yang diberlakukan sebagian besar negara di dunia.

Pernyataan itu merupakan pertunjukan terbaru dari pemimpin orang kuat itu, yang menepis kekhawatiran tentang penyakit itu sebagai psikosis dan menyarankan minum vodka, pergi ke sauna dan mengendarai traktor untuk melawan virus.

Berbeda sekali dengan negara-negara Eropa lainnya, Belarus menjaga perbatasannya tetap terbuka dan bahkan mengizinkan pertandingan sepak bola di liga nasional dimainkan di depan para penonton. Gerejanya juga masih terbuka menjelang Paskah Orthodoks pada 19 April.

"Tidak ada yang akan mati karena virus corona di negara kami. Saya secara terbuka menyatakan ini. Kami telah menemukan kombinasi obat untuk menyelamatkan orang," kata Lukashenko. 

Kementerian Kesehatan Belarus melaporkan 2.919 kasus virus corona dan 29 kematian. Namun Lukashenko mengatakan, kematian itu akibat penyakit yang sudah lebih dahulu ada pada pasien, seperti penyakit jantung dan diabetes.

"Karena itu, aku mengatakan bahwa tidak ada satu orang yang mati murni karena virus korona," katanya.

Lukashenko juga meminta kepada warganya agar tetap bersikap positif. "Jika seseorang tetap positif, mereka akan sehat," kata Lukashenko, seperti dikutip oleh agen negara BelTA.

Pernyataan itu disampaikan setelah misi Organisasi Kesehatan Dunia meminta Belarus memberlakukan langkah-langkah baru untuk memerangi pandemi, yang sedang memasuki fase baru di negara Eropa timur dengan sembilan juta orang.

Lukashenko sudah berulang kali mengatakan lebih peduli tentang keadaan ekonomi daripada virus. Tapi meski begitu, warga Belarusia mengambil tindakan isolasi diri mandiri untuk menghindari tertular penyakit.

Jumlah penumpang di metro Minsk turun seperempat pada Maret. Menurut survei yang dilakukan oleh asosiasi bisnis pada awal April, pendapatan restoran di bulan Maret turun 80%, dan penjualan barang bukan makanan sebesar 20%.

Kementerian Kesehatan Belarus mendorong warga untuk mengurangi kontak sosial, tetapi media milik pemerintah telah mencemooh kekhawatiran tentang penyakit mematikan tersebut.

Seorang cendekiawan baru-baru ini mengatakan, sudah waktu untuk membuktikan bahwa Belarus bukanlah seorang wanita muda yang histeris yang menutupi wajahnya dengan topeng.

Lukashenko mengatakan titik balik dalam pertempuran melawan virus corona akan datang seminggu setelah Paskah Orthodoks. (Arab News)

TAGS : Presiden Belarusia Alexander Lukashenko Virus Corona




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :