Jum'at, 27/11/2020 15:46 WIB

Kata Iran, Virus Sanksi Lebih Mengerikan daripada Corona

Hassan Rouhani menolak tawaran bantuan AS sebagai tidak tulus, dengan mengatakan Washington harus terlebih dahulu mencabut sanksi atas pasokan medis jika benar-benar berupaya membantu Republik Islam.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (NSC) Ali Shamkhani. (Foto: IRNA)

Teheran, Jurnas.com - Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengatakan, virus sanksi dan ingkar janji lebih berbahaya bagi keamanan internasional daripada virus corona.

"Virus sanksi dan kegagalan untuk menepati janji mengancam keamanan internasional lebih dari virus korona," kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Ali Shamkhani di akun Twitternya, Sabtu (7/3).

Mengenai tawaran bantuan Washington ke Iran, Shamkhani mengatakan "klaim AS bahwa pihaknya siap membantu Iran hanya dapat diverifikasi melalui pelaksanaan kewajiban hukum negara itu di bawah JCPOA."

Penyataan itu disampaikan Shamkhnai merujuk JCPOA yang ditandatangani pada 2015 antara Iran dan enam negara dunia, yaitu Amerika Serikat (AS), Jerman, Prancis, Inggris, Rusia dan China dan disahkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 .

Pekan lalu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS bersedia membantu Iran melawan virus corona. Paman Sam mengatakan bahwa yang harus dilakukan Negeri Para Mullah adalah meminta.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo juga mengklaim bahwa Republik Islam tidak memiliki infrastruktur kesehatan yang kuat dan bahwa Washington sudah menawarkan untuk membantu Teheran menanggapi virus corona.

Presiden Iran, Hassan Rouhani menolak tawaran bantuan AS sebagai tidak tulus, dengan mengatakan Washington harus terlebih dahulu mencabut sanksi atas pasokan medis jika benar-benar berupaya membantu Republik Islam.

"Negara yang sama yang sudah mengambil tindakan paling menyeramkan terhadap Iran selama dua tahun terakhir dengan memberlakukan kembali sanksi atas persediaan makanan dan obat-obatan mereka sekarang bersembunyi di balik topeng simpati dan berpura-pura ingin membantu bangsa," tegasnya.

AS mengembalikan sanksi terhadap Iran pada Mei 2018 setelah secara sepihak membatalkan JCPOA.

Larangan ilegal AS telah sangat memengaruhi akses Iran ke pasokan medis yang menyelamatkan jiwa dan menghambat kemampuan negara itu untuk menanggapi virus corona.

TAGS : Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran virus corona Ali Shamkhani Virus Sanksi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :