Sabtu, 04/04/2020 06:45 WIB

Diskualifikasi Sejumlah Kandidat, AS Sanksi Dewan Wali Iran

Hook menuduh para pejabat Iran mencegah pemilihan yang bebas dan adil dengan mendiskualifikasi sejumlah kandidat

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Steven Mnuchin. (Foto: AFP)

Washington, Jurnascom - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi pada lima pejabat Iran, termasuk Ayatollah Ahmad Jannati, sekretaris Dewan Wali Iran, yang bertanggung jawab untuk mengawasi proses pemilihan di negara tersebut.

Sanksi itu diumumkan oleh perwakilan khusus AS untuk Iran, Brian Hook, pada Kamis (20/2), sehari sebelum pemungutan suara parlemen kunci yang sedang dilihat sebagai referendum pada diplomasi Iran untuk melawan kebijakan AS imperialistik.

Dilansir dari Press TV, Hook menuduh para pejabat Iran mencegah pemilihan yang bebas dan adil dengan mendiskualifikasi sejumlah kandidat. Ia juga menyebut pemilihan umum Iran sebagai teater politik. 

Departemen Keuangan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat (21/2) bahwa pihaknya memberlakukan sanksi pada anggota Dewan Wali Iran dan Komite Pengawas Pemilihannya atas peran dewan dalam mendiskualifikasi para kandidat.

"AS tidak akan mentolerir manipulasi pemilihan untuk mendukung agenda memfitnah rezim, dan tindakan ini mengekspos para pejabat senior rezim yang bertanggung jawab mencegah warga Iran bebas memilih pemimpin mereka," kata Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin.

"AS akan terus mendukung aspirasi demokratis rakyat Iran," tambahnya.

Sanksi AS itu menargetkan Ayatullah Jannati, Ayatullah Mohammad Yazdi, anggota Dewan Wali Iran yang dulunya adalah Kepala Kehakiman Iran pertama, dan tiga anggota Komite Pengawas Pemilihan.

Sanksi itu membekukan semua aset yang dimiliki para pejabat tersebut. Bukan hanya itu, sanksi itu juga melarang warga AS melakukan bisnis dengan kelima pejabat tersebut.

Dewan Wali Iran mengatakan bahwa proses pemeriksaan untuk para kandidat dalam pemilihan semata-mata didasarkan pada hukum dan tidak ada hubungannya dengan faksi-faksi politik yang diwakili oleh para calon.

Berbicara kepada wartawan di Teheran pada Rabu (19/2),  Juru bicara Dewan Wali, Abbas Ali Kadkhodaei, menolak klaim bahwa banyak calon reformis didiskualifikasi dari pencalonan dalam pemilihan parlemen ke-11 yang dijadwalkan pada Jumat 21 Februari 2020.

Dia menjelaskan bahwa diskualifikasi tidak ada hubungannya dengan kecenderungan politik para kandidat dan bahwa Dewan Wali sudah melakukan yang terbaik untuk menegakkan hukum.

"Dewan tidak pernah mencari sudut pandang politik dalam pembuatan keputusannya," tegas Kadkhodaei.

Dalam sebuah wawancara sebelumnya, Kadkhodaei mengatakan dari 16.000 orang yang mendaftar untuk bersaing dalam pemilihan parlemen, sekitar 9.000 didiskualifikasi sesuai hukum pemilu.

Pemilihan parlemen ke-11 Iran akan diadakan pada 21 Februari 2020. Tanggal tersebut juga akan menampilkan pemilihan sementara untuk Majelis Ahli Iran, yang memilih dan mengawasi kegiatan Pemimpin Revolusi Islam.

Lebih dari 7.000 kandidat bersaing dalam pemilihan untuk 290 kursi, lima di antaranya mewakili minoritas agama. Calon yang menang harus memiliki setidaknya 20% suara yang diberikan di daerah pemilihan mereka untuk menjadi anggota parlemen untuk masa jabatan empat tahun.

TAGS : Sanksi Amerika Serikat Ayatollah Ahmad Jannati Dewan Wali Iran Brian Hook Steven Mnuchin




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :