Kamis, 20/02/2020 14:44 WIB

Bareng Pakar Kesehatan, Direktorat PKH Siap Produksi Vaksin ASF

Saat ini belum ada vaksin ASF yang efektif tersedia untuk pencegahan penyakit tersebut. 

Tim pakar pengembangan vaksin (Foto: Ist)

Surabaya, Jurnas.com - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita mengajak para pakar kesehatan untuk mengembangkan vaksin African Swine Fever (ASF).

"Saat ini belum ada vaksin ASF yang efektif tersedia untuk pencegahan penyakit tersebut. Sehingga, saya minta 12 Pakar Kesehatan Hewan Indonesia dari Unud, Unair, IPB, Unibraw, dan UGM serta unit teknis di Kementan untuk segera mengembangkan vaksin ASF," jelas Ketut.

Menurutnya, virus penyebab ASF ini sangat bandel, karena bisa tahan lama di produk dan lingkungan. Pelaksanaan strategi pengendalian dengan pengawasan lalu lintas, desinfeksi, disposal dan biosekuriti saat ini masih belum cukup membendung penyebaran penyakit.

"Pengembangan vaksin ASF ini diharapkan akan memberikan solusi ke depan untuk pencegahan penyakit," ucap Ketut.

Sementara itu, Kepala Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Ditjen PKH, Agung Suganda menyatakan kesiapannya untuk mengawal dan memfasilitasi pengembangan vaksin tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, IGN Kade Mahardika, pakar dari Fakultas Kedokteran Hewan, Unud menyampaikan, pembuatan vaksin ASF sangat kompleks, karena saat ini penelitian dasar tentang hal ini belum mencukupi.

Ia menjelaskan, karakteristik biologis virus ASF sangat kompleks dengan genom yang besar, dan setengah protein virusnya tidak diketahui fungsinya. Begitu pula dengan mekanisme perlindungan terhadap ASF yang belum banyak diketahui.

Mahardika juga menyampaikan kendala pengembangan vaksin ASF yang selama ini berjalan yakni penelitian tentang virus hidup dibatasi hanya di laboratorium dengan tingkat biosekuriti yang tinggi, kurangnya model hewan kecil yang tepat dan ekonomis untuk percobaan, serta beberapa kendala teknis lainnya.

"Oleh karena itu, kami mengembangkan vaksin ASF berbasis teknologi DNA rekombinan pada prokaryota dengan sistem Chaperone kombinasi protein struktural dan non struktural yang aman dan dapat diproduksi cepat," kata Mahardika.

"Prosesnya sudah kami laksanakan, dan saat ini master seed sudah siap untuk dibuatkan prototipenya di Pusvetma," tambahnya," sambungnya.

Menyambut hal itu, Agung menyampaikan kesiapannya untuk segera membuat prototipe vaksin ASF rekombinan tersebut.

"Ini sesuai arahan bapak Mentan SYL dan Dirjen PKH, yang mengharapkan agar produksi vaksin segera dilakukan dan segera dapat digunakan untuk mencegah penyebaran Penyakit ASF di Indonesia" pungkasnya.

TAGS : African Swine Fever Vaksin ASF Direktorat PKH I Ketut Diarmita




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :