Kamis, 01/10/2020 22:08 WIB

Perista Lemhanas Ajak Perempuan Deteksi Dini Kanker Payudara

Persatuan Istri-istri Anggota (Perista) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) mengajak kepada para perempuan Indonesia, agar tidak ragu melakukan deteksi dini kanker payudara.

Ketua YKPI Linda Agum Gumelar bersama Plt Ketua Perista Lemhanas RI, Lisa Wieko Syofyan (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Persatuan Istri-istri Anggota (Perista) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) mengajak kepada para perempuan Indonesia, agar tidak ragu melakukan deteksi dini kanker payudara.

Pasalnya, menurut Plt Ketua Perista Lemhanas, Lisa Wieko Syofyan, perempuan dituntut senantiasa sehat dan bugar, mengingat perannya yang sangat sentral di tengah keluarga.

"Perempuan diciptakan agar bisa berperan sebagai ibu, istri, dan anak sekaligus. Karena itu, sangat penting bagi perempuan melakukan deteksi dini agar terhindar dari gangguan kesehatan," ujar Lisa dalam kegiatan `Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara` bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) di Kantor Lemhanas, Jakarta pada Selasa (21/1) kemarin.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua YKPI Linda Agum Gumelar. Berdasarkan data Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Jakarta, dari seluruh pasien yang memeriksakan diri ke RSKD, 56 persen di antaranya mengidap kanker payudara.

Sementara 44 persen sisanya ialah penyintas kanker serviks, kanker anak, kanker nesofaring, kanker paru-paru, dan kanker tulang.

"Dan yang menyedihkan, 70 persen pasien kanker payudara, datang dalam stadium lanjut," kata Linda.

Linda mengingatkan, kanker payudara dapat menimpa siapapun, baik laki-laki maupun perempuan. Hanya saja, kasus kanker payudara pada perempuan dalam hal ini lebih banyak.

"Tapi kalau laki-laki, sekali kena langsung ganas (kankernya)," terang dia lagi.

Karena itu, guna mengetahui kanker payudara lebih awal, ahli deteksi dini RSKD Jakarta, dr. Martha Roida Manurung mengimbau agar lekas melakukan deteksi dini kanker.

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan, yakni periksa payudara sendiri (Sadari), periksa payudara secara klinis (Sadanis), USG, dan mammografi.

"Kalau yang ada yang punya keluhan pada payudara, silakan bisa datang ke poliklinik deteksi dini kanker, pemeriksaannya tidak sakit. Dokternya juga perempuan," tutur Martha.

Adapun khusus untuk Sadari, tambah Martha, dapat dilakukan secara rutin di rumah. Salah satu caranya ialah dengan berdiri di depan cermin, lalu meraba payudara dari pinggir secara melingkar ke tengah, untuk memastikan ada atau tidak adanya benjolan.

"Posisi tangan juga bervariasi. Pertama di samping dada, sambil melihat ke cermin apakah ada perubahan atau tidak. Kedua, tangan di pinggang. Ketiga, tangan diangkat ke atas. Lihat apakah ada benjolan, atau ukuran payudara simetris atau tidak," tandas dia.

TAGS : Perista Lemhanas RI Deteksi Dini Kanker Payudara YKPI




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :