Sabtu, 29/02/2020 10:33 WIB

Roket Iran Lukai Belasan Militer AS di Irak

Sebelas anggota militer Amerika Serikat diterbangkan dari Pangkalan Udara Al Assad di Irak dan dirawat karena gejala gegar otak 

Pada 26 Juli 1948, Presiden Harry S. Truman memerintahkan desegregasi militer AS.

Jakarta, Jurnas.com - Sebelas anggota militer Amerika Serikat diterbangkan dari Pangkalan Udara Al Assad di Irak dan dirawat karena gejala gegar otak setelah serangan roket Iran yang menargetkan dua pangkalan militer Irak awal bulan ini.

Presiden Trump dan pejabat AS sebelumnya mengatakan bahwa tidak ada orang Amerika yang terbunuh atau terluka dalam serangan 8 Januari itu.

"Beberapa tentara AS dirawat karena gejala gegar otak akibat ledakan dan masih dinilai. Sebagai prosedur standar, semua personel di sekitar ledakan diperiksa untuk cedera otak traumatis, dan jika dianggap tepat diangkut ke tingkat perawatan yang lebih tinggi," ujar Kapten Bill Urban, juru bicara Komando Pusat, dilansir Fox news.

Dia mengatakan bahwa meskipun tidak ada anggota layanan AS tewas dalam serangan di Pangkalan Udara Al Assad, namun pada hari-hari setelah serangan itu, beberapa anggota layanan diangkut ke Pusat Medis Regional Landstuhl di Jerman, yang lain dikirim ke Camp Arifjan, Kuwait, untuk penyaringan lanjutan.

"Ketika dianggap layak untuk bertugas, anggota dinas diharapkan untuk kembali ke Irak setelah penyaringan. Kesehatan dan kesejahteraan personel kami adalah prioritas utama dan kami tidak akan membahas apa pun. status medis masing-masing. Pada saat ini, delapan orang telah diangkut ke Landstuhl, dan tiga orang telah diangkut ke Camp Arifjan," katanya.

Ledakan dikabarkan terjadi di pangkalan itu, sekitar 110 mil sebelah barat Baghdad, menciptakan kawah besar, merobohkan tembok beton dan menghancurkan fasilitas yang menampung puluhan tentara.

Serangan pada dasar Al Assad, di mana sekitar 1.500 pasukan Amerika dan koalisi ditempatkan, itu dilakukan sebagai pembalasan atas pembunuhan Garda Revolusi Iran Jenderal Qassem Soleimani .

Irak mengklaim kedaulatannya telah dilanggar oleh pembunuhan itu, dan mengambil tindakan cepat dalam menyerukan semua angkatan bersenjata AS untuk meninggalkan negara itu.

Pasukan AS pertama kali menggunakan pangkalan itu setelah invasi pimpinan AS tahun 2003 yang menggulingkan diktator Irak Saddam Hussein . Belakangan pasukan Amerika ditempatkan di sana di tengah perang melawan jaringan teror Negara Islam 

TAGS : Militer AS Roket Iran




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :