Selasa, 07/04/2020 17:49 WIB

Iran Temukan Cara Jual Minyak Bebas Sanksi AS

Iran mendapatkan lebih banyak pendapatan berbasis minyak di masa lalu berkat metode baru yang digunakan untuk melawan sanksi Gedung Putih.

Pemandangan matahari terbenam di ladang minyak Daqing di provinsi Heilongjiang, China 7 Desember 2018. (Foto: Stringer/Reuters)

Teheran, Jurnas.com - Gubernur Bank Sentral Iran (CBI), Abdolnasser Hemmati mengatakan, negara Tehera menemukan cara inovatif untuk memotong sanksi Amerika Serikat (AS) atas penjualan minyaknya.

Hemmati mengatakan, pemerintah Iran mendapatkan lebih banyak pendapatan berbasis minyak di masa lalu berkat metode baru yang digunakan untuk melawan sanksi Gedung Putih.

"Saya meyakinkan orang-orang bahwa kondisi ekonomi negara itu tidak suram tetapi kami berada dalam posisi yang sangat baik melalui metode yang lebih baik yang kami temukan untuk memasok mata uang dan menjual minyak," kata Hemmati, tanpa merinci lebih lanjut.

Hal itu muncul ketika mata uang Iran melonjak terhadap mata uang internasional utama pada Kamis (9/1) setelah beberapa hari diperdagangkan pada posisi terendah sepanjang tahun.

Lonjakan itu terjadi setelah serangan rudal Iran terhadap dua pangkalan militer AS di Irak yang bertetangga, satu langkah yang dilakukan sebagai tanggapan atas pembunuhan AS pekan lalu terhadap seorang komandan senior militer Iran yang sedang dalam misi ke negara Arab.

Hemmati mengatakan bahwa CBI akan mengambil tindakan untuk mengembalikan harga forex ke level normal.

Ia mengatakan, penurunan harga dolar AS, dijual pada 135.000 terhadap real pada hari sebelumnya, dan mata uang utama lainnya akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang.

Bankir papan atas itu juga menolak laporan bahwa Iran mengalami kesulitan serius melewati sanksi AS dan menjual minyak mentahnya.

"Hari ini, minyak negara itu dijual dan pembayaran jatuh tempo diterima. Kami berhasil menetralkan sanksi yang paling keras dan paling tidak pernah terjadi sebelumnya dari musuh," kata Hemmati.

TAGS : Bank Sentral Iran Abdolnasser Hemmati Minyak Iran




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :