Senin, 27/01/2020 07:01 WIB

Kembangkan Network, Kwarda Pramuka Bali Bentuk Saka POM

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali mengembangkan network dengan membentuk Satuan Kerja Pengawas Obat dan Makanan (Saka POM). Saka POM telah terbentuk di tingkat Kwarda dan dua Kwarcab yaitu Denpasar dan Gianyar.

Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra selaku Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Bali Penggantian Antar Waktu masa bakti 2017-2019 di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Minggu (8/12).

Bali, Jurnas.com - Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali mengembangkan network dengan membentuk Satuan Kerja Pengawas Obat dan Makanan (Saka POM). Saka POM telah terbentuk di tingkat Kwarda dan dua Kwarcab yaitu Denpasar dan Gianyar.

Kepengurusan Saka POM dilantik secara resmi oleh Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Bali Penggantian Antar Waktu masa bakti 2017-2019 di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Minggu (8/12).

Dalam sambutannya, Dewa Indra menyampaikan rasa gembira karena Kwarda Bali telah berhasil membentuk Saka baru. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa Kwarda Bali berhasil mengembangkan network dengan wilayah partisipasi yang semakin luas.

“Dengan penambahan Saka ini, gerakan pramuka menambah ruang partisipasi dalam pengawasan obat dan makanan,” ujarnya.

Dewa Indra berharap, keterlibatan pramuka dapat mengefektifkan kerja Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar dalam mengawasi peredaran obat dan makanan. Menurutnya, ini merupakan sebuah langkah maju yang diharapkan dapat mendorong kinerja BBPOM.

Masih dalam arahannya, Dewa Indra juga mengingatkan agar pembentukan Saka POM tak berhenti hanya pada upacara pelantikan. Menurut Dewa Indra, yang lebih penting adalah action Saka POM.

“Tujuan dibentuknya Saka POM dalam gerakan pramuka  adalah untuk menambah stake holder yang terlibat sehingga pengawasan terhadap obat dan makanan yang beredar di masyarakat dapat dilakukan secara lebih masif, cepat dan jangkauannya lebih luas,” paparnya.

Kepada jajaran pengurus Saka POM yang baru dilantik, Dewa Indra mengingatkan bahwa hingga saat ini peredaran obat dan makanan yang tidak sehat masih menjadi problem. Edukasi yang belum menyentuh seluruh lapisan menyebabkan sebagian masyarakat masih berorientasi pada harga yang murah dan tampilan luar dalam memilih makanan. Padahal, harga murah dan warna yang menarik tak menjamin kalau makanan itu sehat untuk dikonsumsi.

“Saya berharap, Saka POM yang baru dibentuk mengambil peran dalam memberikan edukasi. Namun untuk itu, mereka harus dibekali dulu dengan pengetahuan tentang bagaimana menentukkan makanan atau obat yang layak dikonsumsi. BBPOM harus memberi pelatihan terlebih dahulu sebelum mereka terjun,” urainya.

Dewa Indra menyemangati Saka POM Kwarda Bali agar berperan seoptimal mungkin dalam pengawasan obat dan makanan. “Pengembangan network ini dapat dikatakan bemanfaat bila behasil menurunkan peredaran obat dan makanan yang tak sehat di masyarakat. Itu indikatornya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BBPOM Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menyampaikan, pembentukan Saka POM Kwarda Bali, Denpasar dan Gianyar ini bertujuan untuk mengefektifkan pengawasan obat dan makanan.

Lebih dari itu, pembentukan Saka POM ini juga dimaksudkan sebagai wadah pendidikan yang akan menjadi bekal bagi jajaran pramuka dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. Pelantikan Saka POM dihadiri pula oleh Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Bali masa bakti 2019 – 2024 terpilih Drs. I Made Rentin, AP, M.Si.

TAGS : Info Bali Gubernur Bali Wayan Koster




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :