Selasa, 21/01/2020 11:44 WIB

Petinggi BUMN Diminta Jauhi Hidup Bermewah-mewahan

Menyarankan Menteri BUMN Erick Thohir mengonsolidasikan seluruh jajarannya.

Ketua TKN 01 Erick Thohir (tengah), bersama Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, Lukman Edy, Ace Hasan Syadzily, dan Aria Bima di Posko Cemara 19, Menteng, Jakarta.

Jakarta, Jurnas.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan alat Indonesia untuk memajukan seluruh aspek kehidupan, tidak hanya sisi ekonomi semata.

Karena itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta setiap petinggi BUMN menjaga perilakunya dan meletakkan kepentingan rakyat di atas segalanya.

Di dalam pelaksanaannya, Hasto menjelaskan, manajemen dari korporasinya harus kedepankan aspek profesionalitas untuk mencapai kinerja baik dalam perspektif keuangan, internal growth, kemudian perhatian terhadap konsumen.

"Karena itulah berbagai perilaku-perilaku yang tidak sejalan dengan membangun korporasi yang sehat, ya, seharusnya tidak boleh dilakukan," kata Hasto dalam rilis yang diterima jurnas.com, Minggu (8/12).

Politikus asal Yogyakarta ini mengaku punya pengalaman bekerja selama 12 tahun di PT Rekayasa Industri.

Berdasarkan pengalaman itu, ia memahami iklim korporasi, manajemen dan sirkulasi keuangan pada BUMN umumnya. Sejauh ini, Hasto melihat struktur BUMN terlalu gemuk.

"Untuk itu kami merekomendasikan kepada Menteri BUMN agar langkah-langkah restrukturisasi dapat dilakukan. BUMN seringkali terlalu gemuk dengan anak perusahaan, cucu perusahaan yang tidak terkait dengan bisnis usaha itu," kata Hasto.

Ia mendorong setiap BUMN mengembangkan inti usahanya. Dengan begitu membangun kedaulatan di bidang pertahanan, pangan, energi, keamanan dan keuangan, bisa terwujud.

"Kemudian juga hal-hal terkait infrastruktur karena itu menghubungkan wilayah Indoensia yang begitu luas, konektivitas itu menjadi penting," jelas Hasto.

Alumni Universitas Gajah Mada ini juga menyarankan Menteri BUMN Erick Thohir mengonsolidasikan seluruh jajarannya. Fokus utamanya adalah memperkuat inti bisnis masing-masing BUMN. Caranya dengan menata BUMN kembali supaya tatanannya sejalan dengan inti bisnisnya.

"Harus dilihat secara menyeluruh agar BUMN fokus dalam ruang lingkup bisnis yang dimasukinya," jelas Hasto.

TAGS : Menteri BUMN Erick Thohir Bisnis




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :